Mengenal Rene Laennec,Penemu Stetoskop

  • 23 Jun 2026 12:49 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID,Langgur: René-Théophile-Hyacinthe Laennec lahir di Quimper, Prancis, 1781. Ibunya meninggal saat ia masih kecil, dan ia dibesarkan paman yang bekerja di fakultas kedokteran. Dari sanalah ia tumbuh menyukai ilmu pengobatan, belajar dengan tekun dan menjadi dokter yang cerdas serta penuh perhatian pada pasien, terutama yang kurang mampu .

Dikutip dari wikepedia.org, Sebelum penemuannya, dokter harus menempelkan telinga langsung ke dada pasien untuk mendengar suara jantung atau paru-paru. Cara ini sulit jika pasien gemuk, atau tidak pantas jika pasien wanita. Suatu hari tahun 1816, Laennec melihat anak-anak bermain, mereka menggoreskan jarum di ujung kayu panjang, dan suara itu terdengar sangat jelas di ujung lain saat ditempelkan telinga.

Ia teringat hal itu saat memeriksa seorang wanita sakit jantung yang gemuk. Ia menggulung kertas menjadi tabung, menempelkan satu ujung ke dada pasien, dan mendengar suara jauh lebih jelas. Itulah awal stetoskop pertama di dunia .

Lalu kemudian membuat versi lebih baik dari kayu cemara, panjang 30 cm, bisa dibelah dua agar mudah dibawa. Ia menyebutnya “alat pemeriksa dada”. Dalam 3 tahun, ia meneliti dan mencatat setiap suara: suara paru-paru yang sakit, bunyi jantung yang tidak wajar, membedakan radang, penumpukan cairan, atau kerusakan paru.

Ia menulis buku De l’Auscultation Médiate yang menjadi panduan utama, dan banyak istilah medis yang ia ciptakan masih dipakai dokter sampai sekarang . Selain itu, ia orang pertama yang memberi nama “melanoma” untuk jenis kanker kulit, dan menjelaskan kerusakan hati akibat alkohol yang kini disebut Sirosis Laennec. Sayangnya, ia sendiri meninggal muda di usia 45 tahun karena penyakit TBC — penyakit yang justru bisa dideteksi lebih awal berkat alat ciptaannya itu .

Warisan Laennec tak terukur. Stetoskop bukan sekadar alat, tapi simbol kepercayaan antara dokter dan pasien. Ia membuktikan bahwa pengamatan sederhana dan keinginan memahami pasien bisa melahirkan penemuan yang menyelamatkan jutaan nyawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....