Dapodik Sumber Data Revitalisasi Sekolah

  • 07 Jun 2026 10:21 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Plt. Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen kepada rri.co.id menyatakan, program digitalisasi dan revitalisasi gedung belajar sangat tergantung pada kepekaan operator sekolah untuk memperbaharui Dapodik Sekolah, Minggu (7/6/2026).

“Dari hasil pemantauan kami kemarin, semua SD di Kabupaten Maluku Tenggara sudah di atas 80% menggunakan aplikasi CBT itu. Satu-dua yang masih 90%. Ada satu-dua sekolah yang offline itu lebih banyak karena kendala jaringan jaringan,” katanya.

Hanoeboen menjelaskan, Program Pembangunan Pendidikan yang rutin digalakan Pemerintah Pusat hingga ke Daerah namun tantangan Wilayah dan Aksesibilitas menjadi hambatan berarti bagi pengembangan pendidikan di Maluku Tenggara.

“Persoalan konektivitas antarwiri, dia berpengaruh terhadap pemerataan guru. Program beliau melalui revitalisasi dan digitalisasi. Kami berterima kasih sangat terhadap Pemerintah Pusat untuk program ini karena keterbatasan anggaran kita,” ungkap Hanoeboen.

Lebih jauh Hanoeboen mengkau respon positif Kementerian terkait sangat diapresiasi terkait program Digitalisasi Pendidikan dan Revitalisasi Sekolah bagi Sekolah yang ruang belajarnya sudah tidak layak digunaka dan memerlukan proses renovasi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang memadai.

“Salah satu kendalanya adalah Kenapa banyak Sekolah, ada sekolah yang harusnya kondisi realnya itu dia dapat, tapi kemudian justru dia tidak dapat. Mereka tidak mengupdate, data Dapodik Kalau kemudian kita tidak turun lagi, maka lengkap lah sudah,” jelasnya.

Hanoeboen menjelaskan, Data Pokok Pendidikan Sekolah (DAPODIK) sangat menentukan alokasi anggaran revitalisasi di Sekolah, namun setelah diidentifikasi, kendala alokasi anggaran pembiayaan pembangunan Sekolah tidak diperbaharui Operator Sekolah yang berdampak pada alokasi kucuran bantuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....