Transformasi Pendidikan di Maluku Tenggara Tetap Berakar pada Budaya
- 26 Mei 2026 07:15 WIB
- Tual
RRI.co.id, Langgur - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arief Hanoeboen, menyampaikan bahwa transformasi digital pendidikan di daerah kepulauan memiliki tantangan tersendiri. Hal itu disampaikannya dalam program dialog interaktif “Maluku Tenggara Menyapa” pada Senin (25/5/2026).
Menurut Bin Raudha Arief Hanoeboen, tantangan pendidikan di Maluku Tenggara bukan sekadar menghadirkan pendidikan di ruang kelas, tetapi juga memastikan akses pendidikan antar pulau dapat berjalan dengan baik. Kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi salah satu kendala dalam pemerataan pendidikan.
Ia menjelaskan, transformasi pendidikan yang saat ini dibangun Dinas Pendidikan Maluku Tenggara bertujuan agar anak-anak Maluku Tenggara mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah perkembangan zaman.
Namun demikian, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut harus tetap berakar pada nilai-nilai budaya, adat, dan kearifan lokal masyarakat Kei. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada perkembangan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan identitas budaya.
Karena itu, kecakapan anak-anak tidak hanya dinilai dari kemampuan akademik semata, melainkan juga dari pemahaman terhadap nilai adat dan budaya daerah. Transformasi pendidikan di Maluku Tenggara diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan tetap menjaga jati diri budaya lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....