Sekolah Nonformal Diterapkan Selama Aksi Boikot SDN 25 Kota Tual
- 18 Mei 2026 17:10 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Serikat Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Tam tetap mengupayakan proses belajar siswa berjalan selama aksi boikot berlangsung di SDN 25 Kota Tual. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerapkan sistem belajar nonformal di rumah wali kelas masing-masing.
Ketua 1 Serikat Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Tam, Insani Letsoin kepada rri.co.id (18/05/2026), menyampaikan keputusan tersebut telah dipikirkan secara matang sebelum aksi dilakukan. Ia menegaskan siswa tetap mendapatkan pembelajaran meskipun kegiatan di sekolah dihentikan sementara.
"Kemudian isu liar yang hari ini berkembang di daerah kota tual dan sekitarnya itu bahwa "kenapa sampai kalian memboikot sekolah sedangkan kegiatan nanti macet, kegiatan sekolah di SD 25 kota tual", kami ingin sampaikan bahwa hal ini kami telah berpikir dengan matang sehingga kami sudah melakukan yang namanya sekolah non formal di luar daripada sekolah jadi tetap anak-anak tetap sekolah, itu proses sekolah itu tetap berjalan di rumahnya wali kelas masing-masing", kata Letsoin.
Menurutnya, langkah itu dilakukan agar anak-anak tidak kehilangan hak memperoleh pendidikan. Mahasiswa dan wali murid juga berupaya menjaga semangat belajar siswa tetap berjalan normal.
Pelaksanaan belajar nonformal dilakukan secara sederhana dengan melibatkan guru wali kelas. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi solusi sementara hingga persoalan sekolah selesai.
Letsoin menilai langkah tersebut menunjukkan aksi boikot bukan bertujuan menghentikan pendidikan. Mereka menegaskan fokus utama tetap pada perbaikan sistem dan kepemimpinan sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....