Guru Terus Dibentuk Selain Pandai, Berkarakter Unggul

  • 15 Apr 2026 15:08 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Sekretaris Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina, Drs. John Dumatubun mengemukakan, Yayasan Pelayanan Kasih (YPK) A&A Rachmat Jakarta sebelumnya tahun 2012 diawali kegiatannya di Kota Ambon yang menjalin kerjasama dengan YPKKA, guna peningkatan Kapasitas Guru Profesional, Rabu (15/4/2026).

“Program-program peningkatan kapasitas guru profesional dengan fokus pada mind mapping. Kemudian kegiatan selanjutnya juga ini, mereka datang di sini, di Kolose Johannes Aerts Kei Kecil untuk menyelenggarkan kegiatan yang sama, disamping membagi bantuan berupa sembako dan alat tulis serta tas,” katanya.

Dumatubun juga menerangkan, Yayasan melibatkan para instruktur-instruktur untuk melatih para guru dalam penguatan kapasitas guru profesional. Sebagai Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina menyerahkan sepenuhnya mekanisme teknis pelaksanaan kepada Direktur Kolose.

“Jadi Kami serahkan ke Pastor Budi Inuhan untuk menyiapkan dan selama ini koordinasinya dengan baik. Jadi koordinasi antara Kepala Sekolah di Kolose juga koordinasi dengan Tim dari Yayasan,” ujarnya.

Dikatakan, rencana kegiatan ini telah dilalui lebih 2 bulan lewat koordinasi komunikasi WhatssApp, dan momen ini menjadi sesuatu yang direncanakan matang, berjalan dengan baik dan lancar dan Pihak YPKKA sangat mengapresiasi kegiatan tersebut yang dilaksanakan di Kepulauan Kei.

“Mudah-mudahan nanti tahun-tahun, Kita bisa lagi, laksanakan bukan hanya di Kei tapi mungkin kita akan pergi ke Kolose Yoseph Tethool di di Saumlaki dan Kolose Simon Vas di Maluku Utara untuk dibantu sekaligus menjalankan pelatihan yang sama. Jadi ini merupakan sebuah upaya untuk bagaimana meningkatkan kecakapan guru tapi juga profesionalisme guru,” bebernya.

Dumatubun mengaku, Ketua YPKKA, Pastor Agus Arbol sangat merespon dan memberikan dukungan langsung, selain mempersiapkan sekolah-sekolah pada Proses akreditasi namun mendukung kegiatan pelatihan dan pembagian bantuan sosial ini kepada anak-anak dan guru-guru di sekolah-sekolah.“SDM guru kita mungkin masih terbatas. Ya memang ini kendala besar ya, Kita punya sekolah di kolose ini kan 40 dan menurut laporan dari Pastor Budi sebagai Direktur kita masih kurang kira-kira sekitar, kalau kita asumsi bahwa setiap SDM itu 10 guru, maka kita masih membutuhkan kira-kira Seribuan guru untuk memenuhi kuota itu”, ulasnya.

Dumatubun juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Maluku Tenggara dalam hal ini Dinas Pendidikan yang selalu memberikan bantuan berupa ketersediaan SDM guru dan bantuan finansial. Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan juga di Komisi II DPRD Maluku Tenggara terus dilakukan terhadap penempatan guru di Sekolah Yayasan mengatasi keterbatasan.

“Pak Fadly mengatakan kurang lebih 1.300 guru yang dibutuhkan oleh Pemda sebagian dari itu untuk memenuhi kuota guru-guru di sekolah-sekolah Yayasan kita,” ucapnya.

Dumatubun menyatakan Motto YPKKA diantaranya, Guru Pandai yang berkarakter lewat program-program untuk memperkuat karakteristik guru-guru, melatih pemahaman guru-guru terhadap pemahaman guru yang berkarakter dan juga pendampingan, melibatkan orang tua, komite, guru, kepala sekolah, Direktur untuk melakukan Evaluasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....