Kejujuran Kunci Utama Meraih Sukses di Masa Depan
- 06 Apr 2026 13:49 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Kepala SMP Seminari St. Johanes XXXIII Langgur, RD. Budi Inuhan menegaskan, Tes Kompetensi Akademik dibuka dan menyikapi pelaksanaan TKA, pihaknya telah melalui persiapan bagi para siswa, serta melakukan kesepakatan bersama orang tua dan akomodasi pelaksanaan TKA dan USP dalam tahun ini, Senin (6/4/2026).
“Kami juga mempersiapkan ruangan dan peralatan-peralatan yang digunakan lalu harapannya kita bisa melacak kemampuan akademik anak-anak lewat tes ini, oleh karena itu kita menginstrusikan kepada setiap siswa supaya bekerja secara jujur, mandiri jadi tidak perlu mengharapkan bantuan dari siapapun tetapi mengharapkan kemampuannya sendiri”, kata Pastor Budi.
Pastor Budi menilai, progres ini bertujuan memastikan hasil yang didapatkan Siswa benar-benar sejalan kemampuannya sendiri tanpa bantuan pihak lain. Komitmen ini menjadi ini bukan hanya evaluasi terhadap siswa namun terhadap penyerapan ilmu yang diberikan Guru.
“Karena kan dari hasil ini misalnya hasilnya baik maka kita evaluasi berarti gurunya mengajar baik dan siswa bisa menangkap dengan baik tapi kalau hasilnya kurang, maka kita akan mengevaluasi kenapa sampai kurang, siswanya kah, gurunya kah, cara mengajarnya kah, nah itu sehingga tadi kita dalam arahan Saya mengharapkan supaya bekerja sesuai pengetahuan mereka,” tuturnya.
Pastor Budi juga menyatakan, TKA ini menjadi sebuah syarat untuk misalnya Siswa masuk ke level yang lebih tinggi, ataupun dapat menjadi bekal untuk mencari pekerjaan yang lebih layak, misalkan ingin menjadi Anggota Polri ataupun keinginan lainnya.
“Kita mengingatkan mereka sehingga mereka benar-benar bekerja dengan sekuat dan persiapan USP untuk bulan ini nanti, kita rapat dengan para guru sudah mempersiapkan segala macam hal berhubungan USP nanti kita sementara menunggu jadwal dari dinas kapan dan sekaligus juga kita sudah mengundang para orang tua dan untuk rapat bersama,” terangnya.
Pastor Budi minta orang tua mengontrol aktivitas siswa dirumah untuk giat belajar, menjaga kesehatan baik sisi rohani dan jasmani, menghindari gangguan kesehatan pada pelaksanaan ujian yang menghambat momen besar pendidikan ini.
“Kita sudah menekankan yang satu ciri khas dari seorang calon imam adalah jujur dimulai dari ujian salah satunya ujian pada hari ini dan hari-hari kedepan, kita tadi memberikan arahan di Seminari itu ciri khasnya adalah ketika ujian itu kita sebenarnya tidak perlu pengawasan jadi soal-soalnya diberikan kepada para siswa dan siswa mengerjakan tanpa diawasi oleh siapapun,” paparnya.
Selaku Pimpinan, Pastor Budi menegaskan penegakan Disiplin, bekerja secara jujur , dan hal terpenting dari Seminar, menjadikan calon imam menjadi imam yang harus mengatakan sesuatu yang benar sesuai dengan kenyataan, berani mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan.
“Ujian kali ini kita ada kita pakai kluster jadi kita kluster SMP Theresia terus SMP Budhi Mulia SMP Unggulan, SMP Anugrah , SMP Seminari dan SMP 14 Sathean dan SMP Debut sehingga pengawasnya silang jadi kita ada utusan dari sini dari SMP Seminari dua orang dan juga mereka dari SMP-SMP lain datang ke sini jadi pengawasannya silang,” tutup Pastor Budi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....