Minat Baca SD Yos Sudarso 1 Dobo Menurun

  • 07 Nov 2025 08:56 WIB
  •  Tual

KBRN, Tual: Pengaruh teknologi digital mengurangi minat baca siswa-siswi SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo. Kepala Sekolah Dasar (SD) Yos Sudarso 1 Dobo, Antonius Maru kepada rri.co.id di ruang kerjanya, Rabu (5/11/2025) mengatakan, pihaknya dalam mengamati perkembangan anak-anak di sekolah, setelah para murid diberikan kesempatan untuk membawa HP ke sekolah, ternyata sangat mengurangi minat baca anak-anak. Maru mengaku, hampir semua anak lebih terfokus pada teknologi yang ada, sehingga kebiasaan untuk membaca sudah mulai hilang.

Dikatakan, persoalan tersebut disikapi pihak sekolah untuk membangun kerjasama dengan pihak terkait, khususnya dinas Perpusatakaan Kepulauan Aru, terkait pelaksanaan sosialisasi gemar membaca kepada para peserta didik. Melalui sosialisasi tersebut, terungkap bahwa kabupaten Kepulauan Aru termasuk salah satu daerah memiliki minat baca sangat minim.

“Memang itu program dinas, lalu mereka mengadakan sosialisasi, setelah mereka menyampaikan bahwa kabupaten Kepulauan Aru ini berada pada nomor urut 2 kalau tidak salah, nonor urut 2 paling akhir yang kurang sekali minat baca pada anak-anak sekolah dan masyarakat”, kata Maru.

Kepsek menilai sosialisasi yang disampaikan oleh dinas Perpustakaan setempat sangat tepat, sehingga mulai ada satu keinginan dan Visi yang sama, untuk bagaimana menggerakkan anak-anak, sehingga mereka suka membaca, yang harus dimulai sejak sekarang. Oleh karena itu, pihak SD Yos Sudarso 1 Dobo membuat program ekstra kurikuler di luar sekolah, berdasarkan kerjasama dengan dinas perpustakaan, untuk meningkatkan minat baca pada anak-anak.

Maru menjelaskan, sejak awal November 2025, pihaknya menerapkan program wajib membaca, di perpustakaan daerah maupun di perpustakaan sekolah. kegiatan tersebut mempunyai maksud dan tujuan, yakni bagaimana meningkatkan kegemaran anak-anak untuk membaca, serta mengarahkan anak-anak, agar tidak salah menggunakan alat-alat teknologi, terutama penggunaan HP.

“Maksud dan tujuannya, pertama: bagaimana meningkatkan kegemaran anak-anak untuk membaca. Yang kedua, membut anak-anak itu tidak salah dalam menggunaakn alat-alat teknologi”, kata Maru pula.

Lebih lanjut dikatakan bahwa selain untuk fokus pada membaca dan menulis melalui program mengunjungi perpustakaan daerah dan perpustakaan sekolah, ada pula kegiatan literasi lain, misalnya menulis karangan bebas atau menulis puisi menulis pidato dan lain-lain yang diselenggarakan SD Yos Sudarso 1 Dobo. Implementasi dari penerapan program literai ini, diakomodir dalam peringatan hari sumpah pemuda, yaitu kegiatan lomba-lomba, diantaranya diskusi dan membaca, menulis pidato, membaca dan menulis cerpen.

Ditegaskan, inti dari program tersebut, yakni memacu semangat anak-anak agar berekspresi, mengembangkan bakat dan minat, atau bisa memampukan pemikiran nalar para siswa, sebagaimana yang diterapkan sebagai kegiatan unggulan di sekolah.

Olehnya itu, pihaknya berharap dengan adanya sejumlah kegiatan penting yang disesuaikan dengan kurikulum sekolah, dapat berdaya guna bagi anak-anak didik di SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo, ditambah dengan dukungan orang tua murid untuk memperkuat senergitas antara guru dan orang tua serta pihak pemerintah daerah, untuk mendapatkan kualitas generasi yang baik bagi masa depan tumbuhkembang anak-anak di wilayah ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....