Momentum Kebangkitan Pendidikan Muhammadiyah di Wilayah Timur

  • 25 Okt 2025 12:05 WIB
  •  Tual

KBRN., Tual : Kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual menjadi momen penting bagi kemajuan pendidikan di wilayah timur Indonesia. Kehadiran Menteri yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat dalam membangun pendidikan yang merata hingga ke daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).

Dalam agenda kunjungannya, Menteri meninjau langsung sekolah-sekolah penerima dana revitalisasi dan bantuan TV digitalisasi pendidikan, serta menghadiri pengukuhan Pengurus PDM Kota Tual, PDA Kota Tual, dan PDA Kabupaten Maluku Tenggara. Menteri juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Musholah di SMA Muhammadiyah Tual, sebagai simbol sinergi antara pendidikan, spiritualitas, dan karakter dalam dunia pendidikan Muhammadiyah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI memastikan bahwa sinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara akan terus diperkuat. Tujuannya, agar program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan di Maluku Tenggara berjalan lebih efektif dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Langkah ini juga menjadi upaya strategis untuk memperkuat konektivitas antara kebijakan pusat dan pelaksanaan program di daerah.

Kunjungan Menteri tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Maluku Tenggara. Mereka menilai, kehadiran Menteri tidak hanya membawa semangat baru bagi dunia pendidikan, tetapi juga membuka peluang besar bagi berdirinya Kampus Muhammadiyah di Kabupaten Maluku Tenggara. Menteri sendiri menyatakan kesiapannya untuk membantu pendirian kampus tersebut, sementara Bupati Maluku Tenggara memastikan komitmennya untuk menyediakan lahan pembangunan sebagai wujud dukungan pemerintah daerah.

Ketua Bidang Hikmah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Maluku Tenggara, Bahar Kubangun, menyampaikan bahwa kehadiran kampus Muhammadiyah akan menjadi lompatan penting bagi masyarakat kepulauan. “Selama ini, Papua sudah menjadi corong pendidikan Muhammadiyah di wilayah timur. Ironisnya, banyak putra-putri Kei yang mengabdi dan mengajar di Papua, tetapi di Kei sendiri pendidikan belum sepenuhnya menyentuh masyarakat bawah. Inilah saatnya kita membangun dari rumah sendiri,” ungkap Bahar.

Menurutnya, kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Maluku Tenggara dan Kota Tual bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi juga pesan moral dan dorongan spiritual bagi semua pihak agar bangkit membangun pendidikan dengan semangat kolaborasi. Muhammadiyah, sebagai gerakan dakwah dan pencerahan, telah terbukti menjadi motor penggerak pendidikan di berbagai pelosok negeri, dan kini saatnya peran itu diperkuat kembali di tanah Kei.

Pemuda Muhammadiyah Maluku Tenggara juga menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan antara masyarakat, pemerintah, dan dunia pendidikan. Mereka berharap agar kunjungan ini menjadi awal baru bagi lahirnya pusat-pusat pendidikan Muhammadiyah di wilayah kepulauan, yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui nilai-nilai Islam berkemajuan.

Dengan sinergi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Pemerintah Daerah Maluku Tenggara, dan Persyarikatan Muhammadiyah, diharapkan Maluku Tenggara tidak lagi menjadi penonton dalam peta pendidikan nasional, melainkan menjadi poros kebangkitan pendidikan Islam modern di kawasan timur Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....