Tantangan Merdeka Belajar Ditengah Kejenuhan Siswa

  • 12 Jan 2025 21:04 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Kurikulum Merdeka belajar yang hingga kini diterapkan pada sekolah membuat sekolah tetap mengitu peraturan tersebut, disisi lain ada hal positif dan negatif yang dirasakan para siswa hingga merasa jenuh karena sistem akalnya tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Mihsyar Tanarubun kepada rri.co.id mengatakan, Kurikulum Merdeka Belajar siswa yang lebih berperan dan aktif dalam proses belajar di sekolah, padahal harus ada interasi atau kolaborasi antara guru dan siswa jika guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk bisa menjawab materi yang diberikan oleh siswa.

Tetapi hal ini sebaliknya, siswa yang lebih berperan dalam proses belajar inilah yang membuat kami kadang jenuh dan sistem kawal siswa kadang cenderung merasa bosan ketika proses belajar di kelas.

“Gurulah yang harus lebih berperan dalam kelas, karena guru yang mengetahui materi yang diberikan oleh siswa, kami mendengar dan memahami apa yang diberikan, sehingga nantinya di praktekan siswa dapat paham, tetapi malah kami yang lebih berperan. Terus fungsi guru sebagai pengajar dan pendidik itu bagaimana.” ungkap Mihsyar Tanarubun.

Kurikulum ini memang memeberikan nilai positif bagi siswa untuk bisa kreatif dan inovatif, serta berpikir kritis. Tetapi masing-masing siswa memiliki kemampuan yang berbeda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....