Kekeringan Picu Gagal Tanam hingga 40 Persen di Kota Tual
- 30 Sep 2026 04:29 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Tual – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kota Tual, Maluku, mulai berdampak terhadap aktivitas pertanian akibat berkurangnya ketersediaan air untuk penyiraman. Kondisi tersebut menyebabkan tingkat gagal tanam diperkirakan mencapai 40 persen di sejumlah wilayah terdampak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kota Tual, Agil Assegaf, kepada rri.co.id Selasa (29/9/2026) mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi wilayah yang mengalami kekurangan air, termasuk sejumlah sumur yang mulai mengering. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Pulau-Pulau Kur, terutama pada tanaman cengkeh dan pala, sementara ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga mulai mendapat perhatian.
"Kami sudah mengidentifikasi wilayah-wilayah yang terdampak karena air sudah berkurang sehingga aktivitas penyiraman pun sudah mulai berkurang dan berdampak pada tingkat kegagalan itu kurang lebih sampai 40 persen," kata Agil.
Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian Kota Tual melakukan sosialisasi kepada petani agar lebih hemat dalam menggunakan air serta mengantisipasi risiko kebakaran lahan. Petani juga diimbau tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar secara berlebihan, mengingat sebagian besar wilayah mulai mengalami kekeringan.
Untuk mitigasi jangka pendek, Kota Tual telah mendapatkan alokasi anggaran dari APBN untuk pembangunan 15 unit jaringan irigasi yang diperuntukkan bagi kebutuhan air petani. Sementara di Kecamatan Pulau-Pulau Kur, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mengidentifikasi lokasi terdampak dan menentukan langkah penanganan, khususnya pada tanaman cengkih dan pala.
"Di wilayah Kur, kami sudah mengidentifikasi langsung per desa berapa banyak untuk tanaman cengkih dan pala sudah kekeringan, bahkan jangankan untuk tanaman, kebutuhan untuk air minum saja sudah mulai waspada," tambahnya.
Selain penanganan jangka pendek, Dinas Pertanian Kota Tual menyiapkan langkah pemulihan untuk tanaman yang mengalami kerusakan akibat kekeringan. Data tanaman terdampak akan menjadi dasar dalam perencanaan pemulihan yang ditargetkan masuk dalam program tahun 2027.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....