ASN BerAKHLAK Jadi Fondasi Birokrasi Profesional di Maluku Tenggara

  • 06 Jul 2026 15:34 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Pembentukan karakter aparatur sipil negara menjadi kunci utama dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan berorientasi pelayanan. Karena itu, Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun menegaskan, Pelatihan Dasar (Latsar) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II dan III bukan sekadar kegiatan formalitas untuk pengangkatan pegawai, melainkan proses pembentukan karakter dan perubahan pola pikir sebagai pelayan publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat menutup Pelatihan Dasar (Latsar) bagi PNS Golongan II dan III Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026 di Ambon, Sabtu (4/7/2026). “Kegiatan ini bukan kegiatan rutinitas dan formalitas semata untuk dapat diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD), tetapi merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter, profesionalisme aparatur negara serta perubahan pola pikir,” katanya.

Menurut Thaher, Latsar merupakan fase awal yang penting untuk memahami peran, fungsi, dan tanggung jawab sebagai aparatur negara. Ia menjelaskan metode pelatihan yang mencakup pembelajaran mandiri, pembelajaran virtual, aktualisasi di tempat kerja, hingga pembelajaran klasikal menjadi bekal penting bagi peserta dalam membangun karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkualitas. “Ini adalah fondasi awal untuk memahami peran, fungsi serta tanggung jawab sebagai pelayan publik,” ujarnya.

Bupati mengatakan selama 74 hari kerja atau setara 647 jam pelajaran, para peserta telah memperoleh berbagai pengetahuan dan pembinaan sesuai kurikulum yang ditetapkan. Karena itu, ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

“Output yang diharapkan adalah CPNS harus benar-benar mengimplementasikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK,” katanya.

Lebih lanjut, Thaher menekankan profesionalisme birokrasi tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan emosional dan spiritual. Keseimbangan ketiga aspek tersebut sangat penting agar aparatur mampu bekerja sama, mengendalikan diri, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Seorang PNS meskipun cerdas, bila tidak dapat mengontrol emosinya serta tidak mendasarkan diri pada keimanan dan panggilan hati nurani cenderung arogan dan sulit membentuk kerja sama yang solid,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....