Pemda Malra Berkomitmen Siapkan Generasi Sehat dan Berkualitas
- 05 Jun 2026 11:21 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tenggara (Malra) berkomitmen siapkan generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045 mengingat generasi muda merupakan penerus estafet pembangunan.
Pernyataan ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah Maluku Tenggara, Hasyim Rengil kepada rri.co.id. Ia menjelaskan, salah satu cita-cita daerah dalam kontribusinya menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang maju, berdaya saing pada usianya yang keseratus di tahun 2045, yakni melalui keluarga sehat dan berkualitas.
Sejumlah hal perlu disiapkan melalui dinas teknis, antara lain pemenuhan kebutuhan spiritual dan materiil, mendorong penerapan hidup sehat, menjalankan fungsi pendidikan, serta menanamkan nilai agama budaya dan moral dan mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi.
“Mendukung misi kedua dari pemerintah dari Kabupaten Maluku Tenggara, yakni Maluku Tenggara Cerdas. Dari situlah kami kemudian mencoba mendefinisikan tentang keluarga cerdas, yakni bagaimana membangun diantaranya adalah keluarga yang berkualitas,” kata Hasyim.
Hasyim menambahkan, beberapa langkah strategis juga diambil dalam menindaklanjuti hal ini dengan meningkatkan frekwensi kolaborasi lintas sektoral khususnya dengan Dinas Kesehatan karena kedua dinas ini memiliki tanggungjawab yang sama untuk memberikan pendampingan dan edukasi langsung kepada sasaran yang dilakukan secara berkelanjutan.
Kerjasama yang dijalankan dimulai dari pendampingan ibu hamil guna mencegah kelahiran dengan riwayat stunting, pendampingan dan penyuluhan bagi calon pengantin, hingga sosialisasi terkait cara hidup sehat yang menyasar langsung ke sekolah-sekolah.
Selain itu, Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana Maluku Tenggara juga tetap berkomitmen menjalankan program pengendalian penduduk dengan mengacu kepada pilar utama program Bangga Kencana melalui pemetaan kampung Keluarga Berkualitas atau kampung KB, pembentukan Kelompok Kegiatan (Poktan) sebagai wadah pemberdayaan keluarga, dan fokus tingkatkan minat pengguna KB bagi pasangan sah usia subur dalam rangka pengaturan jarak kelahiran dan jumlah anak.
Hasyim berharap berbagai upaya yang dijalankan melalui program-program yang diusung turut mendapat dukungan dan respon positif dari semua pihak terutama masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....