Dari 66 Desa Sangat Tertinggal Menjadi Nol, Malra Kini Miliki 14 Desa Mandiri

  • 01 Jun 2026 21:09 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Perubahan wajah desa-desa di Kabupaten Maluku Tenggara dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan daerah. Dari sebelumnya memiliki 66 desa berstatus sangat tertinggal sebelum 2018, kini Maluku Tenggara telah terbebas dari kategori tersebut dan mulai memperkuat langkah menuju desa mandiri.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMD-PPA) Kabupaten Maluku Tenggara, Candra Namsa, dalam program talkshow Maluku Tenggara Menyapa di RRI Tual, Senin (1/6/2026). Menurutnya, desa mandiri adalah desa yang mampu mengatur pemerintahan, mengelola sumber daya, serta memenuhi kebutuhan pembangunan secara berkelanjutan tanpa ketergantungan penuh terhadap bantuan dari luar.

"Desa mandiri adalah desa yang sudah bisa berdiri sendiri, mengatur pemerintahan dan sumber dayanya tanpa memiliki ketergantungan terhadap bantuan dari luar, meskipun dukungan pemerintah tetap ada," kata Candra.

Candra menjelaskan, berdasarkan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 343, dari 160 desa di Maluku Tenggara saat ini terdapat 14 desa mandiri, 12 desa maju, 112 desa berkembang, dan 12 desa tertinggal. Data tersebut menunjukkan tren pembangunan desa yang terus bergerak positif dari tahun ke tahun.

Kemajuan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, serta kepemimpinan yang konsisten dalam mendorong pembangunan hingga ke wilayah-wilayah terpencil. Keberhasilan menghapus status desa sangat tertinggal dinilai menjadi fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

"Pembangunan desa di Maluku Tenggara menunjukkan angka yang terus meningkat. Ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat, pemerintah, dan kepemimpinan yang terus mendorong pembangunan sampai ke desa-desa," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Candra yang juga menjabat Camat Kei Besar Utara Timur menilai kepemimpinan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun memiliki peran besar dalam percepatan pembangunan desa. Ia menyebut bupati secara rutin turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terjawab melalui program pembangunan yang tepat sasaran.

Dampak pembangunan tersebut, kini mulai dirasakan masyarakat terutama di wilayah Pulau Kei Besar melalui tersedianya jaringan listrik, akses internet, serta pembangunan infrastruktur jalan yang semakin baik. Kehadiran layanan dasar tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi desa, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan membuka peluang bagi desa-desa di Maluku Tenggara untuk mencapai status desa mandiri secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....