Dekat Bandara dan Pelabuhan, Ohoi Kolser Disiapkan Jadi Kawasan Rumah Subsidi

  • 19 Mei 2026 15:18 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Lokasi strategis di Ohoi Kolser menuju Namar, Kecamatan Kei Kecil, menjadi titik baru pengembangan rumah subsidi Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR-FLPP) di Kabupaten Maluku Tenggara setelah pemerintah daerah sempat terkendala persoalan lahan. Kawasan seluas dua hektar itu dinilai memenuhi syarat pengembangan permukiman karena dekat dengan pusat pemerintahan, fasilitas umum, akses bandara, pelabuhan, dan kawasan wisata.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Maluku Tenggara, Afan Bachri Ifat, menyampaikan hal itu dalam kegiatan Sosialisasi Rumah Subsidi KPR-FLPP Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati Langgur, Selasa (19/5/2026). Ia menjelaskan, lokasi tersebut ditemukan oleh pengembang CV Hitrima setelah pemerintah daerah mengarahkan developer mencari lahan mandiri yang sesuai dengan rencana tata ruang wilayah daerah.

“Lokasi tersebut dekat dengan jalan utama, kawasan pemerintahan, fasilitas umum, akses bandara, pelabuhan, dan juga dekat dengan destinasi wisata di Maluku Tenggara,” ujar Afan.

Menurut Afan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara sebelumnya telah berupaya mendukung program pembangunan tiga juta rumah dengan menyiapkan sejumlah aset lahan milik pemerintah daerah. Beberapa lokasi yang dipersiapkan antara lain lahan dua hektar di kawasan pemerintahan Ohoi Wearlilir, dua hektar di workshop Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di kawasan Perumnas Kei Kecil, serta satu hektar di kawasan reklamasi Pantai Elat, Kecamatan Kei Besar.

Namun rencana penggunaan aset daerah tersebut tidak dapat dilanjutkan setelah pemerintah daerah melakukan konsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Maluku. BPKP maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak merekomendasikan hibah ataupun penjualan aset pemerintah daerah kepada developer untuk pembangunan rumah subsidi KPR-FLPP.

“Karena itu pemerintah daerah mengarahkan pengembang untuk mencari sendiri lahan yang clean and clear serta strategis untuk pembangunan rumah subsidi,” kata Afan.

Kondisi tersebut menyebabkan pelaksanaan pembangunan rumah subsidi di Kabupaten Maluku Tenggara mengalami keterlambatan sepanjang 2025 karena belum tersedia lahan yang memenuhi aspek legalitas dan kelayakan pembangunan. Pemerintah daerah kemudian membuka ruang bagi pengembang untuk mencari kawasan baru yang sesuai dengan kebutuhan program rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pada 2026, CV Hitrima akhirnya menemukan lokasi seluas dua hektar di Ohoi Kolser menuju arah Namar yang dinilai layak untuk pengembangan rumah subsidi KPR-FLPP. Selain berada di kawasan strategis, lokasi tersebut juga telah sesuai dengan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Maluku Tenggara sehingga diharapkan dapat mempercepat penanganan rumah tidak layak huni dan kawasan kumuh di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....