BPBD Malra Salurkan Bantuan Warga Terdampak Bencana di Kei Besar Selatan Barat

  • 06 Mei 2026 00:05 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Respons cepat terhadap dampak bencana alam di wilayah kepulauan kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut disalurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tenggara di Ohoi Ngavan, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat pada Senin (4/5/2026).

Bencana yang terjadi pada 21 Januari 2026 dipicu hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan gelombang pasang hingga merusak rumah warga di sejumlah ohoi. Wilayah terdampak meliputi Ohoi Weduar Feer, Ohoi Watkidat, Ohoi Rahanggiar, Ohoi Feer, Ohoi Ngafan, Ohoi Sungai, dan Ohoi Hako.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Maluku Tenggara, Noralita A. Foudubun, menjelaskan bantuan yang diberikan bersifat stimulan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia menyebutkan total 25 kepala keluarga terdampak yang tersebar di beberapa ohoi dengan jumlah berbeda di setiap wilayah.

“Bantuan ini tidak untuk mengganti seluruh kerugian, tetapi sebagai bentuk perhatian pemerintah. Kami juga telah melakukan peninjauan lapangan dan menyesuaikan bantuan dengan kemampuan anggaran,” kata Noralita.

Noralita menambahkan, bantuan yang disalurkan berupa paket sembako seperti beras, gula, minyak goreng, dan teh, serta bahan material bangunan berupa semen dan seng untuk membantu perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.

Staf Khusus Bupati Maluku Tenggara, Luther Chaky Rahayaan, yang turut mendampingi proses penyaluran bantuan tersebut menegaskan, kehadiran pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab dalam penanganan bencana. Pemerintah daerah akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat.

“Pemerintah daerah akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi darurat seperti ini. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian nyata bagi warga terdampak,” ujar Chaky.

Sementara itu Camat Kei Besar Selatan Barat, M. Nasir Rahayaan, mengapresiasi langkah pemerintah daerah meskipun bantuan yang diberikan masih terbatas. Ia menilai kondisi cuaca ekstrem dan keterbatasan akses sempat menjadi kendala dalam proses penanganan awal bencana.

Untuk menjangkau lokasi penyaluran bantuan, rombongan harus menyeberangi lautan menggunakan speed boat milik warga dari Ohoi Raat, Kecamatan Kei Kecil, menuju Ohoi Ngafan. Kondisi ini menggambarkan tantangan geografis sekaligus keseriusan pemerintah dalam menjangkau masyarakat terdampak secara langsung.

“Meski akses terbatas, kehadiran pemerintah tetap memberikan harapan bagi masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana,” kata Rahayaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....