HUT IBI Ke-75 Wujudkan Generasi Emas Tual yang Sehat dan Cerdas

  • 30 Apr 2026 17:41 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tual, Nurhamsa Mandak, SKM, M.Kes kepada rri.co.id mengatakan terdapat Program Prioritas Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) dan Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKS/KS), Kamis (30/4/2026).

“Saya khusus di DP3AP2KB ini, kita ada beberapa program. Kita punya dua bidang, ada bidang Dalduk dan bidang KBKS. Jadi di antara dua bidang itu ada program-program prioritas di situ, salah satunya adalah program KB Serentak ini,” ucap Nurhamsa.

Dikatakanm Program tersebut digalakan rutin, sebab masih banyak pasangan usia subur yang belum mengikuti Program KB yang tujuannya bukan untuk membatasi Keluarga untuk mewujudkan generasi baru, namun program untuk menetapkan seorang Ibu mengandung sesuai prosedur, dan menjamin kesehatan Ibu.

“Program ini dilakukan bagi Kaum Ibu, tidak hamil belum waktunya, kadang-kadang ada ibu-ibu yang baru selesai melahirkan tidak ikut KB atau tidak ikut salah satu alat kontrasepsi bisa-bisa dia hamil lagi, itu bukan kita membatasi tapi kita memberikan jarak antara hamil yang pertama dengan hamil yang kedua,” katanya.

Kondisi ini ungkap Nurhamsa, mengatur jarak kehamilan pada Ibu, selain itu Program Pemerintah menjadi solusi menjaga kesehatan tubuh seorang ibu dan kondisi reproduksi tetap aman, demi kesehatan jangka panjang.

Menurutnya, Program KB yang ditetapkan secara Nasional memiliki kontribusi guna menekan angka stunting dalam keluarga, akibat jarak kelahiran anak yang terlalu dekat menyangkut asupan gizi yang dikonsumsi seorang Ibu hamil.

“Pada saat Ibu melahirkan banyak hal yang bisa saja terjadi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat kurang melahirkan nanti anaknya tumbuh kembang tidak baik akhirnya bisa masuk kepada anak dengan stunting atau anak dengan gisi buruk,”tegasnya.

Nurhamsa menjelaskan, para Ibu yang melalui Proses Persalinan secepatnya mengikuti salah satu Akseptor khusus salah satu alat kontrasepsi yakni menjadi salah satu akseptor dan mengikuti salah satu alat kontrasepsi misalnya itu Implan dan IUD untuk jangka panjang.

“Kalau pil, suntik, kadang-kadang suka lupa, nanti ada yang sampaikan saya kan sudah ikut KB, kenapa masih bisa hamil. Padahal mungkin dia minum obat, KB itu kan harus minumnya harus setiap waktu, tiap hari.Jadi mungkin dia ada langkah-langkah berapa hari,” tegasnya.

Selaku Kepala Dinas menganjurkan Kaum Ibu mengikuti alat kontrasepsi jangka panjang, misalkan metode Penggunaan IUD, Implan, Tubek untuk perempuan dan laki-laki yaitu Vasek.

Nurhamsa menggambarkan, kasus kekerasan KDRT dan Kekerasan Seksual cukup meningkat di Kota Tual dari tahun sebelumnya, olehnya itu terdapat program BKKBN bagi Pendapingan Calon Pengantin ( Catin) sebelum proses Pernikahan.

“Jadi sebelum mereka menikah itu sudah kerjasama, kita ada kerjasama itu Kementerian Agama. Biasanya itu Kementerian Agama yang menyurati ke Kita minta tenaganya untuk memberikan sosialisasi pendampingan untuk catin itu. Di situ ada kementerian agama, ada dinas kesehatan, ada DP3AP2KB dan ada juga PKK,” tuturnya.

Lebih jauh Nurhamsa mengulas, para Catin perlu melalui pendampingan dan sosialisasi dalam memberikan penguatan bagi calon Pengantin sebelum melalui Proses Nikah untuk membentuk keluarga yang sehat dan bahagia.

“Saya berharap di ulang tahun IBI yang Ke-75 ini, semoga teman-teman bidan seluruh Indonesia, khususnya di Kota Tual, kita dapat meningkatkan kreativitas kita tidak monoton dengan pekerjaan kita itu kita harus banyak baca banyak yang kita lihat karena sekarang ini di medsos sudah banyak ilmu-ilmu yang kita bisa pelajari di google,” jelasnya.

Nurhamsa mengajak seluruh Bidan di Kota Tual, melalui Media sosial di berbagai Sumber terpercaya, dapat mengikuti pendidikan secara formal dan bahan edukasi untuk meningkatkan kemampuan Bidan menekan angka kematian ibu dan anak , serta setiap ibu yang melalui persalinan tidak lagi melalui bantuan Dukunm namun harus ditolong Tenaga Kesehatan.

“Jadi semua ibu hamil, ibu yang melahirkan harus ditolong oleh bidan atau tenaga kesehatan. Jangan ditolong oleh dukun, Karena kebanyakan itu ada infeksi, ada tetanus, ada macam-macam yang bisa menimbulkan kalau kita ibu melahirkan itu ditolong oleh dukun,” pungkasnya.

Peran para Bidan sangat strategis, dan siap sedia melalui kompetensi yang handal dan profesional setiap saat menyikapi kebutuhan layanan masyarakat meningkat drastis di setiap Fasilitas Layanan Kesehatan.

“Sekarang agak lumayan karena persalinan itu harus ditolong di Fasyankes. Tidak lagi di rumah, jadi sudah ada tenaga-tenaga yang jaga di fasyankes, apalagi bidan-bidan ini kan mereka sudah tahu layak kerjanya ini oh ibu hamil saya ini nanti dia melahirkan tanggal sekian bulan sekian jadi bidan sudah tahu, jadi mereka sudah standby,” bebernya.

Nurhamsa berharap berbagai Upaya yang dilaksanakan di HUT IBI Ke- 75 mampu menekan angka kematian di Kota Tual, meminimalisir angka Stunting dan progres Kota Tual menuju Kota bebas stunting, dan menjadi anak-anak generasi penerus bangsa yang Sehat dan Cerdas.

Perayaan HUT IBI Ke- 75 Dihadiri Kepala Bidang KB-KS di Dinas P3AP2KB Kota Tual, Yanti Fatimah Seralurin, Amd.Gz, Para Bidan Se- Kota Tual, Kepala UPTD Puskesmas Ohoitahit dan Para ASN di lingkup Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tual.

Kadis DP3AP2 KB Membuka Pencanangan Pelayanan KB Gratis dalam rangka HUT IBI Ke- 75 Kota Tual secara simbolis dengan Mengetuk Palu dibukanya kegiatan tersebut disaksikan, Ketua IBI Cabang Kota Tual, Kabid Sumber Daya kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tual, Para Kabid dan seluruh Peserta Kegiatan dan disambut tepuk tangan meriah.

Acara ini dilalui Acara Seremoni dan pemotongan Kue Ulang Tahun IBI Ke - 75 Tahun 2026 dan dilanjutkan Santap kasih bersama, dan acara berjalan aman, lancar dan tertib tanpa kendala berarti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....