Sertifikasi Keselamatan Konstruksi Perkuat SDM Hadapi Risiko Proyek

  • 28 Apr 2026 14:53 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Langkah serius membenahi keselamatan kerja konstruksi mulai digerakkan di Kabupaten Maluku Tenggara melalui pelatihan dan sertifikasi khusus bagi petugas di lapangan. Kegiatan ini menjadi respons atas tingginya risiko pekerjaan konstruksi sekaligus tuntutan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan yang semakin kompleks.

Panitia pelaksana melalui Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Jasa Konstruksi, Jerry Notanubun, menjelaskan kegiatan Sertifikasi Petugas Keselamatan Konstruksi akan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 April 2026. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi yang masih perlu penguatan, khususnya dalam aspek keselamatan kerja.

“Penyelenggaraan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir dan kepulauan seperti Maluku Tenggara,” ujar Jerry.

Jerry menambahkan, kondisi geografis Maluku Tenggara yang terdiri dari wilayah kepulauan dengan karakteristik lingkungan dinamis menuntut perencanaan konstruksi yang matang dan fleksibel. Tidak hanya berorientasi pada kualitas bangunan, proyek konstruksi juga harus menjamin aspek keamanan serta keberlanjutan lingkungan di sekitarnya.

Menurut Jerry, tingkat risiko dalam pekerjaan konstruksi tergolong tinggi, baik terhadap tenaga kerja maupun lingkungan sekitar, sehingga menjadi perhatian serius semua pihak. Karena itu, diperlukan pemahaman menyeluruh serta penerapan konsisten terhadap Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dalam setiap tahapan pekerjaan.

“Artinya, kita harus benar-benar memahami dan konsisten menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi sebagai bagian penting di setiap tahapan pekerjaan konstruksi,” ujarnya,” katanya.

Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi sekaligus profesionalisme dalam menjalankan tugas di lapangan. Selain itu, kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja diharapkan tumbuh sebagai budaya kerja yang mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur yang aman dan berkelanjutan di Maluku Tenggara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....