Tantangan Koordinasi dan Sistem di Balik Prestasi DPPKB Maluku Tenggara
- 18 Apr 2026 15:54 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Di balik capaian sebagai terbaik pertama pengelolaan data dan pelaporan tingkat Provinsi Maluku, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Maluku Tenggara masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Persoalan koordinasi lintas sektor hingga kendala teknis sistem menjadi bagian dari dinamika yang harus diatasi secara berkelanjutan, Sabtu (18/4/2026).
Kepala DPPKB Maluku Tenggara, Hasyim Rengil, mengungkapkan koordinasi menjadi salah satu hambatan utama dalam sinkronisasi data antar instansi. Petugas lapangan kerap harus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak dalam waktu yang terbatas.
“Koordinasi menjadi tantangan, karena teman-teman PLKB harus berhubungan dengan camat, kepala ohoi, hingga tenaga kesehatan di puskesmas dalam waktu yang sering kali terbatas,” kata Rengil.
Selain itu, beban kerja petugas di lapangan juga menjadi perhatian karena mereka tidak hanya menangani satu program. PLKB harus mengelola berbagai kegiatan sekaligus, mulai dari pelayanan KB hingga pembinaan keluarga dan pencegahan stunting.
Ia menjelaskan kondisi tersebut menuntut kemampuan manajemen waktu dan koordinasi yang tinggi dari setiap petugas di lapangan. Di sisi lain, keterbatasan jumlah tenaga di beberapa kecamatan turut memengaruhi efektivitas pelaksanaan program.
“Beban kerja PLKB cukup berat karena mereka tidak hanya fokus pada satu kegiatan, tetapi harus menangani banyak program sekaligus di lapangan,” ujarnya.
Kendala lain yang dihadapi adalah gangguan teknis pada sistem aplikasi yang digunakan untuk pelaporan data. Pada beberapa kesempatan, sistem mengalami perawatan (maintenance) sehingga petugas harus melakukan input ulang data yang telah dikumpulkan.
Meski demikian, DPPKB Maluku Tenggara tetap berupaya menjaga konsistensi kinerja dengan dukungan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Dukungan tersebut mencakup arahan pimpinan daerah hingga kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan pemerintah desa.
Ke depan, DPPKB berencana meluncurkan inovasi program “Gemilang MTH” atau Generasi Berkualitas Masa Depan Cerah Bebas Stunting sebagai langkah penguatan program. Inovasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan sekaligus mempertahankan capaian yang telah diraih di tingkat provinsi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....