Huruf “L” pada Landmark Langgur Copot, Warga Soroti Pengamanan Fasilitas Publik
- 11 Apr 2026 16:33 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Kerusakan pada tulisan Landmark “Langgur” di Kabupaten Maluku Tenggara kembali menjadi sorotan setelah huruf “L” dilaporkan sempat copot dari rangkaian tulisan di Landmark Langgur. Temuan ini disampaikan seorang warga Watdek, Ulis, melalui program Halo RRI saat berolahraga pagi dan melihat kondisi tulisan yang tidak lagi utuh, Jumat (10/4/2026).
Warga tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab lepasnya huruf “L”, apakah karena faktor teknis atau ulah tangan jahil. Namun, ia menilai kejadian ini mencerminkan perlunya peningkatan pengawasan agar fasilitas publik tetap terjaga dan tidak mudah rusak.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tenggara, Corneles Rettob, saat dihubungi tim RRI melalui pesan WhatsApp membenarkan kerusakan pada fasilitas Landmark kerap terjadi. Kejadian seperti huruf copot umumnya disebabkan oleh tindakan iseng dari oknum yang belum memiliki kesadaran menjaga fasilitas umum.
“Terkait tulisan yang copot itu sudah sering terjadi, biasanya ada anak-anak yang usil dan belum sadar untuk menjaga fasilitas umum,” kata Rettob.
Rettob menjelaskan, perawatan fisik Landmark berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum, sementara pihaknya hanya menangani kebersihan kawasan. Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keindahan ruang publik.
“Seharusnya ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pengamanan oleh petugas agar keindahan kota tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Rasyid, turut menyoroti tindakan yang merusak fasilitas publik sebagai bentuk kurangnya kesadaran terhadap nilai budaya. Ia menegaskan Landmark merupakan ikon kebanggaan daerah yang harus dijaga bersama oleh seluruh masyarakat.
“Terhadap apa yang sudah dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak menjaga kelestarian budaya kita, saya menghimbau supaya apa yang ada di Landmark menjadi aset kita, menjadi milik kita,” ucap Rasyid.
Rasyid menambahkan, sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah berencana membangun pos pengamanan di sekitar kawasan Landmark Langgur. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan sekaligus menjaga keberlangsungan fasilitas publik sebagai simbol identitas Maluku Tenggara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....