Kualitas SDM Rendah, Layanan Pendidikan di Perbatasan Malra Masih Tertinggal
- 09 Apr 2026 16:45 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyoroti rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu tantangan utama pembangunan di wilayah perbatasan. Hal ini disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun dalam Workshop Percepatan Pembangunan Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026, Rabu (8/4/2026).
Dalam paparannya, Hanubun mengungkapkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku Tenggara pada 2025 tercatat sebesar 71,16. Angka tersebut masih berada di bawah IPM Provinsi Maluku yang mencapai 74,09 serta rata-rata 11 kabupaten/kota di Maluku sebesar 72,49.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas SDM masih menjadi prioritas yang harus kita dorong secara serius,” ujar Hanubun.
Hanubun menjelaskan, rendahnya kualitas SDM juga terlihat dari capaian literasi dan numerasi masyarakat yang masih tergolong rendah. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kemampuan masyarakat dalam mengakses pendidikan, pekerjaan, serta peluang ekonomi yang lebih luas.
Di sektor pendidikan, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi penyebab belum optimalnya layanan pendidikan di kawasan perbatasan. Sejumlah sekolah masih menghadapi kekurangan ruang kelas, fasilitas laboratorium, perpustakaan, hingga rumah dinas bagi tenaga pendidik.
“Perbaikan sarana dan prasarana menjadi langkah mendasar untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” katanya.
Pemerintah daerah, telah mendorong program revitalisasi sekolah guna memenuhi standar pelayanan minimal (SPM). Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus menjamin keberlanjutan layanan pendidikan di wilayah terpencil.
Hanubun menegaskan, peningkatan kualitas SDM harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Menurutnya sektor pendidikan menjadi faktor utama dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....