BPBD Malra Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat di Kei Kecil Timur
- 09 Apr 2026 16:09 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Di tengah meningkatnya potensi ancaman bencana di wilayah pesisir dan kepulauan, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor utama dalam meminimalkan risiko. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana di Kecamatan Kei Kecil Timur, Rabu (8/4/2026).
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Maluku Tenggara, Endang B. Etwiory, mengatakan kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat terkait mitigasi bencana. Kegiatan ini melibatkan 18 ohoi sebagai bentuk penerapan pendekatan berbasis komunitas dalam menghadapi risiko bencana.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat agar mampu menghadapi bencana secara mandiri,” ujar Endang.
Ia menjelaskan, peserta yang dilibatkan tidak hanya berasal dari unsur pemerintah ohoi, tetapi juga mencakup kelompok rentan dan tokoh masyarakat. Penyandang disabilitas, tokoh perempuan, tokoh adat, tokoh agama, serta kepala sekolah dari tingkat SD hingga SMA turut ambil bagian dengan jumlah peserta sekitar 40 orang.
Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini dengan mengombinasikan metode sosialisasi dan simulasi lapangan. Cara ini dinilai efektif untuk memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah penanganan bencana secara langsung.
“Simulasi menjadi bagian penting agar masyarakat terbiasa menghadapi situasi darurat secara nyata,” katanya.
Selain itu, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPBD Maluku Tenggara dan Camat Kei Kecil Timur sebagai pimpinan wilayah setempat. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan kesiapsiagaan di tingkat lokal sebagai kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana.
Kegiatan KIE Rawan Bencana ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam. Pembukaan ditandai dengan pemasangan tanda pengenal kepada perwakilan peserta sebagai simbol dimulainya kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....