210 Warga Malra Terdata Butuh Operasi Katarak, Kemensos Gelar Baksos Terintegrasi

  • 25 Mar 2026 18:20 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Sebanyak 210 warga di Kabupaten Maluku Tenggara tercatat membutuhkan operasi katarak dan akan menjadi peserta utama dalam kegiatan bakti sosial terintegrasi yang digelar Kementerian Sosial Republik Indonesia pada April 2026 di Kota Langgur. Operasi ini menjadi bagian dari rangkaian program sosial yang disiapkan pemerintah pusat dan daerah untuk menjangkau masyarakat rentan di wilayah kepulauan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Maluku Tenggara, Titus Betaubun, mengatakan data tersebut diperoleh dari proses skrining yang dilakukan di seluruh puskesmas sejak awal Maret 2026. Pemerintah daerah kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk memastikan kesiapan pelaksanaan operasi serta agenda kunjungan Menteri Sosial ke Maluku Tenggara.

“Persiapan sudah dilakukan sejak 6 Maret melalui koordinasi dengan Kementerian Sosial untuk memastikan agenda kunjungan Menteri Sosial dalam rangka bakti sosial di Maluku Tenggara,” kata Betaubun kepada tim RRI melalui sambungan telepone, Rabu (26/3/2026).

Menurut Titus, sebanyak 210 warga yang terdata masih akan menjalani proses asesmen oleh aparatur sipil negara PPPK Kementerian Sosial. Tahapan ini dilakukan guna memastikan kelengkapan administrasi serta persetujuan pasien sebelum mengikuti tindakan operasi katarak.

“Data skrining sementara mencatat 210 orang, dan nantinya akan dilakukan asesmen kembali untuk memastikan kelayakan serta persetujuan pasien mengikuti operasi katarak,” ujarnya.

Selain operasi katarak, kegiatan bakti sosial terintegrasi tersebut juga mencakup sejumlah program sosial lain bagi masyarakat. Di antaranya khitanan massal bagi sekitar 50 anak, bantuan pelunasan tunggakan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu, serta layanan pernikahan massal.

Pemerintah juga menyiapkan pelayanan administrasi kependudukan berupa penerbitan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga bagi masyarakat yang belum memiliki dokumen resmi. Seluruh penerima bantuan akan disesuaikan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dimiliki pemerintah.

Program lain yang akan dilaksanakan meliputi pemberian alat bantu bagi penyandang disabilitas serta bantuan usaha bagi 10 kelompok penerima manfaat untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Selain itu juga akan disalurkan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada anak terlantar dan penyandang disabilitas dengan total sekitar 89 penerima manfaat.

Kegiatan tersebut juga akan disertai program pelayanan terapi bagi lansia dan penyandang disabilitas serta penunjukan dua duta lansia sebagai bagian dari program memuliakan lansia di daerah. Layanan terapi ini diperkirakan dapat menjangkau ratusan penerima manfaat.

Rangkaian bakti sosial terintegrasi ini dijadwalkan berlangsung pada 15 April 2026 di Kota Langgur. Kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama lima direktur jenderal di lingkungan Kementerian Sosial serta Kepala Sentra Meohai Kendari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....