Cuaca Ekstrim di Tual Akibatkan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang

  • 09 Mar 2026 18:34 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Cuaca ekstrim yang melanda Kepulauan Kei berdampak terhadap kerusakan rumah penduduk dan tumbangnya pohon di Kota Tual. Peristiwa ini terjadi setelah angin kencang yang disertai hujan dengan intensitas sedang melanda Kepulauan Kei termasuk Kota Tual pada Minggu 8 Maret 2026 pagi.

Berdasarkan data dan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tual, kondisi ini mengakibatkan sejumlah pohon pelindung di ruas Jalan LPTQ Dumar dan perempatan Polres Tual Kecamatan Pulau Dullah Selatan tumbang, serta rusaknya rumah penduduk di wilayah Desa Fidatan Kecamatan Pulau Dullah Utara.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tual, Ahmad Rahayaan, kepada rri.co.id mengatakan, pasca kejadian pihaknya dan Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung turun ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan pendataan, dan beruntung dari hasil pendataan yang dilakukan tidak ditemukan adanya korban jiwa.

“Di Kecamatan Pulau Dullah Selatan ada beberapa pohon yang tumbang, mulai dari perempatan LPTQ tepatnya depan toko Asnolia, kemudian di Jalan Tete Pancing, lampu merah Polres tepat di depan SDN 19, untuk Dullah Utara di Desa Fidatan, bumbungan serta atap rumahnya dibawa angin kencang,” kata Rahayaan.

Sementara itu, salah satu warga Desa Fiditan Komplek Larat, Hilda, yang rumahnya terdampak cuaca ekstrim pada Minggu pagi menjelaskan, peristiwa ini telah mengakibatkan kondisi rumahnya alami kerusakan cukup parah di bagian atap dan rangka penyangga akibat dihantam tiupan angin kencang. Hilda menceritakan, pada saat kejadian, ia bersama ayahnya yang dalam kondisi sakit lumpuh langsung meminta pertolongan warga setempat. Kerusakan meliputi atap seng bagian depan, kamar, hingga ruang tamu dan ruang tengah, dan hanya bagian dapur yang aman untuk ditinggali.

“Saat itu lagi tidur, tiba-tiba angina kencang, langsung atap rumah terangkat karena tertiup angin sampai beberapa sengnya robek dan kayunya patah, Alhamdulillahnya semuanya selamat,” kata Hilda.

Hilda berharap adanya perhatian dari pemerintah atas peristiwa ini mengingat ia dan keluarganya tergolong sebagai masyarakat kurang mampu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tual mencatat kerugian yang ditimbulkan sejauh ini berkisar antara 10 hingga 15 juta rupiah. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik mengatakan, pihaknya telah melaporkan hal ini kepada Walikota dan meneruskan ke Provinsi hingga Pusat untuk tindakan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....