Prevalensi Katarak di Maluku Tenggara Capai 38,5 Persen
- 26 Feb 2026 09:19 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Prevalensi katarak di Kabupaten Maluku Tenggara mencapai 38,5 persen pada penduduk usia di atas 30 tahun. Tingginya angka ini mendorong pemerintah daerah bekerja sama dengan Sentra Rehabilitasi Sosial Meohai Kendari untuk menggelar operasi katarak gratis bagi lansia dan masyarakat kurang mampu pertengahan April 2026.
Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam menjelaskan, tingginya prevalensi katarak dipicu paparan sinar ultraviolet tinggi, intensitas cahaya dari dataran rendah, serta pantulan cahaya dari laut. Kondisi ini membuat masyarakat pesisir berisiko lebih besar mengalami gangguan penglihatan.
“Sebagai bagian dari rehabilitasi sosial, kolaborasi pelayanan sosial medis ini menghubungkan kepedulian sosial dengan profesionalisme medis untuk mengatasi masalah sosial ekonomi akibat gangguan penglihatan,” ujar Viali.
Viali mengimbau Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara untuk menyediakan data rincian jumlah warga yang menderita gangguan penglihatan sebagai dasar pelaksanaan operasi katarak gratis. Sementara itu, Direktur RSUD Karel Sadsuitubun Langgur dan Direktur RSUD Pratama Elat diminta menyiapkan sarana, prasarana, serta tenaga medis yang diperlukan untuk mendukung kelancaran kegiatan bakti sosial tersebut.
“Program ini penting karena gangguan penglihatan menghambat masyarakat dalam mencari nafkah, sehingga pelayanan medis dan sosial harus berjalan bersamaan,” kata Viali.
Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, sekitar 15.000 warga berusia di atas 50 tahun terdeteksi berisiko tinggi mengalami katarak. Angka ini menegaskan pentingnya intervensi medis yang terintegrasi dengan program sosial, terutama bagi lansia dan masyarakat kurang mampu yang tidak memiliki akses layanan kesehatan rutin.
Sementara itu, Dinas Sosial harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan rumah sakit untuk memastikan pelaksanaan operasi katarak berjalan lancar. Viali berharap program ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi dampak sosial ekonomi akibat gangguan penglihatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....