Kaya Sumber Daya Alam, Maluku Tenggara Terancam Ketimpangan

  • 16 Feb 2026 19:15 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun mengingatkan aparatur sipil negara akan ancaman resource curse atau kutukan sumber daya alam dalam pembangunan daerah. Peringatan tersebut disampaikan dalam Apel Akbar ASN di Lapangan Upacara Kantor Bupati Langgur, Kamis (12/2/2026).

Dalam arahannya, Thaher menjelaskan resource curse merupakan fenomena dalam ilmu ekonomi pembangunan, ketika daerah yang kaya sumber daya justru mengalami pertumbuhan ekonomi yang lambat, kemiskinan tinggi, dan tata kelola yang lemah. Ia mengajak seluruh ASN untuk merenungkan apakah kondisi tersebut mulai terlihat di Maluku Tenggara.

“Dalam ilmu ekonomi pembangunan, ada fenomena yang disebut resource curse, yakni daerah yang kaya sumber daya alam justru tertinggal dalam pertumbuhan dan kesejahteraan,” ujar Thaher.

Thaher kemudian memaparkan berbagai potensi dan capaian daerah yang dinilai sangat besar. Maluku Tenggara berada di persimpangan tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan, sektor perikanan menyumbang hampir seperempat perekonomian daerah, serta ditetapkan sebagai sentra nasional Tuna, Cakalang, dan Tongkol.

Selain itu, capaian sektor pariwisata dan perkebunan juga menunjukkan tren positif. Kunjungan wisatawan, produksi kelapa dan pala, serta kontribusi pariwisata terhadap pendapatan asli daerah dilaporkan melampaui target yang ditetapkan.

“Kita kaya perikanan, pariwisata tumbuh, produksi perkebunan meningkat, tetapi mari kita jujur melihat apakah kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” kata Thaher.

Namun demikian, Thaher menyoroti sejumlah persoalan struktural yang masih membayangi pembangunan daerah. Tingkat kemiskinan masih jauh di atas target, ketimpangan pendapatan memburuk, dan nelayan kecil hanya menikmati sebagian kecil dari produksi perikanan yang melimpah.

Thaher juga menyinggung rendahnya produksi rumput laut meski lahan budidaya tersedia luas, meningkatnya angka pengangguran, serta minimnya koperasi aktif yang benar-benar berfungsi. Menurut Thaher, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya alam belum sepenuhnya diolah untuk menciptakan keadilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara merata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....