Layanan Masyarakat Wajib Dilandasi Kepedulian dan Tanggungjawab Moral

  • 29 Sep 2026 13:48 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Tual - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tual, H. Echan Rumaf, S.Ag., melakukan kunjungan kerja sekaligus pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada wilayah kerja Pulau Tayando dan sekitarnya. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula MIN 3 Tual dan diikuti oleh seluruh ASN dari berbagai satuan kerja dan unit layanan keagamaan di wilayah tersebut.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala MIN 3 Tual, Ibu Fatma Rumadan, Kepala MTs Al-Hilal, Ahmad Mony, Kepala KUA, Gadafi Rettob, S.Hi, serta seluruh ASN yang terdiri atas guru, penyuluh agama, penata layanan operasional, dan staf lainnya.

Dalam arahannya, Kakan Kemenag Kota Tual menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun aparatur yang profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas.

Disiplin tidak hanya berkaitan dengan kehadiran dan ketepatan waktu, tetapi juga menyangkut kesungguhan dalam melaksanakan tugas, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap ASN Kementerian Agama harus mampu menjadikan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Lima (5 ) budaya Kementerian agama yakni :

1. Integritas

Integritas berarti memiliki keselarasan antara perkataan, sikap, dan tindakan. ASN harus bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, konsisten, serta dapat dipercaya. Integritas menjadi dasar penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kementerian Agama.

2. Profesionalitas

Setiap ASN dituntut untuk bekerja sesuai kompetensi, memiliki pengetahuan yang terus berkembang, serta mampu melaksanakan tugas secara efektif dan bertanggung jawab. Profesionalitas juga berarti tidak bekerja sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi memberikan hasil yang berkualitas.

3. Inovasi

ASN harus terbuka terhadap perubahan dan berani menghadirkan cara-cara baru yang lebih efektif dalam menyelesaikan pekerjaan. Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan publik, inovasi menjadi bagian penting agar layanan Kementerian Agama semakin mudah, cepat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

4. Tanggung Jawab

Setiap tugas yang diberikan harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan dapat dipertanggungjawabkan. ASN harus memahami bahwa setiap pekerjaan memiliki dampak terhadap organisasi dan masyarakat, sehingga tidak boleh ada sikap mengabaikan tugas maupun melemparkan tanggung jawab kepada pihak lain.

5. Keteladanan

ASN Kementerian Agama harus mampu menjadi contoh yang baik, baik dalam kedisiplinan, etika, pelayanan maupun kehidupan bermasyarakat. Keteladanan tidak hanya ditunjukkan melalui jabatan, tetapi terutama melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

Rumaf mengingatkan seluruh ASN untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, perkembangan zaman, serta kemajuan teknologi. Menurutnya, perubahan tidak dapat dihindari sehingga ASN harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

“ASN harus mampu beradaptasi. Jangan sampai perubahan teknologi justru membuat kita tertinggal. Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan, meningkatkan pelayanan, dan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan Kementerian Agama,” demikian pesan Kakan Kemenag.

Lebih Rumah menyebutkan, pembinaan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, meningkatkan kedisiplinan, membangun komunikasi yang baik, serta mempererat sinergi antarpegawai di wilayah kerja Pulau Tayando dan sekitarnya.

“Saya berharap seluruh ASN dapat memahami tugas dan fungsi masing-masing serta bekerja dalam semangat kebersamaan untuk mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik.,” ajak Rumaf.

Dalam kesempatan tersebut, Rumaf berpesan agar setiap ASN tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menghadirkan nilai pelayanan, kepedulian, dan tanggung jawab moral dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Jadikan pekerjaan sebagai bentuk pengabdian. Di mana pun kita ditempatkan, tetap berikan yang terbaik. Jaga nama baik Kementerian Agama, bangun komunikasi yang baik, disiplin dalam bekerja, dan terus belajar menghadapi perubahan,” pesannya.

Kunjungan kerja dan pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun ASN Kementerian Agama yang berintegritas, profesional, adaptif, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan.

Dengan komitmen bersama, seluruh ASN di wilayah Pulau Tayando dan sekitarnya diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan bagi masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan penyampaian berbagai hal terkait pelaksanaan tugas serta kondisi pelayanan pada masing-masing unit kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....