Menteri ATR/BPN Tekankan Keseimbangan Sistem Penanggulangan Bencana

  • 21 Mei 2026 20:26 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menekankan pentingnya keseimbangan dalam sistem penanggulangan bencana di Indonesia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (LAK-PB MUI), Jumat (1/5/2026).

Menurut Nusron, perencanaan yang baik harus diimbangi dengan implementasi dan dukungan pendanaan yang kuat agar penanggulangan bencana dapat berjalan optimal.

“Karena kalau kita perencanaannya kuat, implementasinya tidak kuat, dananya tidak kuat, nanti juga dampaknya tidak mungkin bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Jawa Barat.

Dalam Raker bertema Membangun Sistem Penanggulangan Bencana: Sinergi, Cepat, dan Tangguh tersebut, Nusron juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Untuk memuat sistem penanggulangan bencana yang tangguh, ia juga mendorong agar setiap lembaga dapat bekerja sesuai fokus dan keunggulannya masing-masing.

“Dalam hal penanggulangan bencana adalah terlebih dahulu selain perencanaan ini adalah pertama saya minta pelatihan SDM,” katanya.

Nusron yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana menjelaskan, penanganan bencana dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari evakuasi, tanggap darurat hingga pemulihan dan rehabilitasi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan mengatakan Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi karena berada di jalur cincin api Pasifik.

“Seperti kita ketahui bahwa Indonesia ini jalur cincin api pasifiknya begitu sangat kental sekali. Karena itu kenapa Indonesia bencana tinggi,” ujarnya.

Untuk itu, dengan dukungan Kementerian ATR/BPN, lembaga keagamaan tersebut berharap dapat berkontribusi dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah, khususnya penanggulangan bencana banjir, longsor, cuaca ekstrem, hingga bencana geologi seperti tsunami.

Usai pembahasan materi selesai, di akhir Raker kali ini, dilakukan penyerahan atribut dari Ketua Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana MUI, Hasan Basri Sagala, kepada Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Hadir dalam Raker ini, Bendahara Umum MUI, Misbahul Ulum, beserta jajaran Pengurus MUI lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....