JCH Malra Diminta Tidak Anggap Berat Maupun Remehkan Berhaji

  • 16 Mei 2025 18:54 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Berhaji merupakan ibadah yang cukup berat, bila dijalani tanpa persiapan yang mantap. Sebaliknya ditunaikan dengan niat dan segenap keikhlasan yang dimiliki oleh yang menjalaninya, maka Insya Allah tidak akan menemui kendala apapun.

Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun dalam sambutannya pada pelepasan Jamaah Calon Haji (JCH) tahun 2025, yang berlangsung di aula kantor Bupati Malra pada Rabu siang (14/05/2025) mengatakan, ibadah haji merupakan kewajiban memenuhi panggilan Allah yang sebenarnya ringan, namun hendaknya tidak dianggap remeh oleh para Jamaah Calon Haji. Dijelaskan, bila ibadah haji hanya diikuti sebagai taklim, maka pasti terasa berat, namun bila seseorang menunaikan ibadah haji dengan segenap niat dan tekad tulus dari lubuk hati yang paling dalam, maka niscaya akan terasa ringan.

Hal ini diungkapkan, sehubungan anggapan sebagian orang bahwa menunaikan haji adalah ibadah yang berat untuk dijalani.

“Ibadah haji ini merupakan ibadah yang cukup berat, bila bagi orang-orang yang tidak tahu. Kalau ibadah haji yang cuman diikuti taklim ikut saja, itu pasti berat. Tapi kalau ibadah haji yang didorong dari hati, lubuk yang paling dalam dan dipenuhi, bagi orang yang mapu, Insya Allah tidak berat. Orang selalu bilang ibadah haji itu berat, berat buat siapa ? Kita memenuhi panggilan Allah kok berat ? Ringan tapi jangan dipandang enteng bahwa itu ringan”, kata Hanubun.

Oleh karena itu Jamaah Calon Haji diharapkan mempelajari rukun dan syarat haji dengan sebaik-baiknya, sebagaimana yang telah didapatkan selama mengikuti manasik serta berbagai kesempatan yang didapatkan. Hanubun optimis, calon haji asal Maluku Tenggara akan melalui ibadah ini dengan bahagia, karena panggilan Allah telah dipenuhi dengan persiapan para calon haji.

“Berat itu artinya kita harus mempelajari rukun, kita mempelajari syaratnya, ilmunya, yang bapak/ibu Ustad sudah menyampaikan dalam pembelajaran. Jadi jangan dianggap haji berat, seng, haji seng berat. Berat bagi orang-orang yang tidak beriman. Berat bagi orang-orang yang tidak pengetahuan, taklim, ikut tanpa arah. Pingin pulang dipanggil ibu haji bapak haji, tapi ilmunya tidak dipelajari maka terasa berat”, kata Hanubun lagi.

Ditegaskan, alangkah bahagianya calon haji yang dibekali dengan niat dan tekad serta ilmu dan pengetahuan yang memadai saat menunaikan ibadah haji, sehingga semua proses dapat dilalui dengan penuh sukacita. Dicontohkan, para calon haji yang berusia lanjut, terus berdoa dan menguatkan tekadnya untuk dapat berhaji dengan khusyuk, sehingga semua rukun dan syarat dapat ditunaikan dengan baik, namun sebaliknya jamaah yang merasa dirinya lebih muda dan kuat justru mengalami nasib yang berbeda.

Kepada para calon haji yang berusia muda, diharapkan tetap khusyuk dan istiqomah, dan tidak takabur, karena beranggapan bahwa kesanggupan fisik dan usia yang muda dapat menjamin semua proses di tanah suci nanti. Ditegaskan, banyak sudah kenyataan yang membuktikan, bahwa keikhlasan dan keteguhan hati serta niat tuluslah yang membawa seseorang akan dapat menjalani rukun Islam kelima ini dengan penuh semangat dan sukacita.

Jamaah Calon Haji Maluku Tenggara diharapkan berpegang teguh hanya pada kebesaran dan kemuliaan Illahi, sehingga dapat menghadapi dan mejalani ibadah haji hingga meraih Haji Mabrur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....