Mengenal Bambu Kuning, Tanaman Hias yang Populer

  • 11 Apr 2026 18:33 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Anda pasti pernah melihat bambu kuning kan? Sejenis tanaman bambu dengan batang berwarna kuning dan banyak dijadikan tumbuhan di pekarangan rumah tertentu. Bambu kuning bukan sekedar tanaman yang dipercaya bisa mengusir mahkluk halus tapi juga dikenal sebagai tanaman hias yang cukup populer.

Membahas tanaman hias, ada banyak ragam dan jenis yang bisa kita dapatkan, tapi kali ini kita akan membahas tanaman bambu kuning sebagai tanaman hias yang cukup populer. Tanaman dengan nama latin Bambusa vulgaris var. striata ini tanaman dengan batang berwarna kuning cerah, beruas dan cukup tinggi, hingga mencapai 16 meter.

Dikutip dari situs UPT PTH, bambu kuning sering digunakan sebagai elemen taman, pembatas pekarangan, maupun tanaman lanskap. Selain bernilai estetika tinggi, bambu kuning berkhasiat sebagai obat tradisional (rebung), bahan kerajinan, dan diyakini memiliki energi positif untuk menangkal energi negatif.

Jika anda berminat memelihara bambu kuning sebagai tanaman hias, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan:

Ciri Fisik: Batang berwarna kuning cerah, berongga, dengan tinggi 10-16 meter. Daun berbentuk lanset runcing dengan panjang 10-25 cm.

Fungsi Tanaman: Umumnya ditanam sebagai hiasan, tanaman pengarah, penahan tanah/pencegah longsor, dan pembatas pekarangan.

Manfaat Kesehatan: Rebung bambu kuning bertekstur lembut dan beraroma harum, sering diolah menjadi masakan. Secara tradisional, rebung ini dipercaya sebagai obat untuk penyakit kuning, hepatitis A, dan antiracun hati karena kandungan antioksidan.

Mitos dan Simbolisme: Dalam budaya tradisional, bambu kuning sering diyakini sebagai penangkal penyakit atau energi negatif (pagar gaib). Dalam budaya Tionghoa, tanaman ini melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan keharmonisan (sering dipakai saat Imlek).

Perawatan: Tumbuh optimal di tanah gembur dengan penyiraman teratur (minimal 2 kali seminggu) dan menyukai sinar matahari langsung. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan teknik stek ranting atau pembagian rumpun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....