Sukses Tidak Harus Sarjana
- 23 Jan 2026 22:36 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Sukses tidak harus sarjana karena kesuksesan lebih ditentukan oleh keterampilan, kerja keras, visi yang jelas, dan konsistensi, bukan sekadar ijazah. Lulusan non-sarjana dapat meraih sukses melalui wirausaha, kursus keahlian, memanfaatkan teknologi digital, atau menekuni passion. Kuncinya adalah terus belajar dan membangun branding.
Bagi Sebagian banyak orang, meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi usai menamatkan SMA mungkin merupakan sebuah keharusan. Namun, kenyataannya tidak semua orang cukup beruntung bisa menempuh jalan tersebut. Ada orang-orang yang sebenarnya ingin kuliah, tapi terkendala biaya. Ada juga yang sebenarnya memiliki kesempatan, tapi memilih untuk langsung bekerja.
Berkarier tanpa gelar sarjana bukanlah hal yang mustahil. Di Indonesia sendiri, tidak sedikit selebriti yang dikenal punya karier cemerlang meski tidak kuliah. Di dunia bisnis pun demikian. Banyak lulusan SMA/SMK yang berhasil mengembangkan usaha, bahkan sampai ke tingkat mancanegara. Lantas, hal apa saja yang bisa kita pelajari dan tiru dari mereka yang sukses tanpa gelar sarjana?
Meskipun mengambil jalan karier yang berbeda, orang-orang yang sukes tak akan pernah menjadikan statusnya yang merupakan lulusan SMA/SMK sebagai alasan. Mereka sadar bahwa sama halnya dengan para sarjana, mereka juga punya potensi yang dibutuhkan di dunia kerja sekalipun mereka harus mengerahkan usaha yang lebih besar.
Pelajaran yang sama juga bisa kita petik dari para CEO maupun orang-orang berpengaruh di dunia. Kisah Ibu Susi Pudjiastuti bisa dijadikan contoh. Meskipun ia tidak pernah menamatkan SMA, namun sejak kecil ia sudah pandai berbisnis hingga bisa membangun maskapai penerbangan Susi Air sebelum akhirnya terjun ke dunia politik dan memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Menjadi pegawai bank tidak selalu mengharuskan gelar sarjana (S1). Banyak bank di Indonesia, baik BUMN maupun swasta, membuka kesempatan bagi lulusan SMA/SMK atau D3 melalui program magang atau program khusus seperti frontliner (teller/customer service).
Hal itu juga dialami seorang staf yang bekerja pada salah satu bank swasta di ibu kota Jakarta, Muhammad Kasmir saat dihubungi via telfon selulernya jumat ( 23/1/2026 ).
Kasmir memaparkan hanya bermodal ijazah SMA dan kemampuan dibidang pengkreditan sehingga dia diterima bekerja pada bank tersebut. Mahir dibidang pengkreditan bukan sebuah kebetulan namun berdasarkan ilmu dan pengalaman dari orang-orang yang lebih berkompeten pada bidang tersebut, mengingat dirinya hanya lulusan SMA jurusan IPS yang tidak ada kaitannya dengan profesinya saat ini.
“saya diterima kerja di bank ini bukan karena saya lulusan sarjana perbankan atau berkaitan dengan perbankan, saya hanya lulusan SMA jurusan IPS, tapi karena saya punya pengalaman di satu bidang akhirnya bisa diterima disini.” Papar kasmir
Meski tidak pernah mengecap bangku kuliah, banyak orang yang tetap bisa sukses karena mereka sadar bahwa ilmu bisa diperoleh di mana saja. Metode self-learning pun mereka tempuh, baik itu belajar dari Internet maupun dengan berdiskusi bersama orang-orang yang mereka temui. Melalui cara tersebut, tentu gelar tak akan jadi kendala.