Mengenal Dariah, tokoh perempuan pertempuran 10 november 1945

  • 25 Nov 2025 10:43 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 merupakan peristiwa heroik yang terctatat dalam sejarah bangsa indonesia. Di balik dentuman meriam dan kobaran semangat rakyat tercatat para tokoh pejuang yang berjuang mempertahankan kemerdekaan.

Tokoh perempuan juga berperan aktif dalam peristiwa tersebut dan mereka terjun langsung dalam medan peretempuran sebagai perwujudan nasionalisme dan patriotisme untuk mempertahankan kemerdekaan dari negara asing.

Hari Pahlawan yang setiap tahun diperingati, menjadi momentum untuk mengenang jasa mereka. Namun sayangnya, nama-nama perempuan tangguh ini masih jarang dikenal publik. Sosok pahlawan perempuan memberi makna perjuangan kemerdekaan adalah kerja bersama antara laki-laki dan perempuan

. Dariah, Pejuang Dapur Umum yang Dijuluki 'Dar Mortir'

Nama lengkapnya Darijah Soerodikoesoemo, seorang pejuang yang dikenal karena keberanian dan kepeduliannya. Ia mendapat julukan 'Dar Mortir' karena tetap bekerja di tengah dentuman peluru dan bom.

Kisahnya tertulis dalam buku Pertempuran Surabaya karya Nugroho Notosusanto terbitan Pusat Sejarah ABRI tahun 1995. Dalam catatan tersebut, Dariah mendirikan dapur umum di Gentengkali, Surabaya.

Ia awalnya meminta izin kepada Ketua Komite Nasional Indonesia Doel Arnowo untuk mengambil beras di gudang Kalimas. Dengan bantuan Polisi Istimewa, ia berhasil mengelola dapur umum bagi para pejuang.

Setiap hari, sekitar 500 nasi bungkus ia siapkan untuk para pejuang di medan pertempuran. Ketika persediaan menipis, Dariah bahkan menukar 100 gram emas miliknya untuk membeli bahan makanan.

Keberaniannya kini diabadikan dalam diorama Museum 10 November Surabaya. Sosok Dariah menjadi simbol kepedulian dan pengorbanan perempuan di masa revolusi.

Rekomendasi Berita