Mengenal Lukitaningsih, tokoh perempuan pertempuran 10 november 1945
- 25 Nov 2025 10:29 WIB
- Tual
KBRN, Langgur: Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 merupakan peristiwa heroik yang terctatat dalam sejarah bangsa indonesia. Di balik dentuman meriam dan kobaran semangat rakyat tercatat para tokoh pejuang yang berjuang mempertahankan kemerdekaan.
Tokoh perempuan juga berperan aktif dalam peristiwa tersebut dan mereka terjun langsung dalam medan peretempuran sebagai perwujudan nasionalisme dan patriotisme untuk mempertahankan kemerdekaan dari negara asing.
Hari Pahlawan yang setiap tahun diperingati, menjadi momentum untuk mengenang jasa mereka. Namun sayangnya, nama-nama perempuan tangguh ini masih jarang dikenal publik. Sosok pahlawan perempuan memberi makna perjuangan kemerdekaan adalah kerja bersama antara laki-laki dan perempuan.
Lukitaningsih, Pemimpin Laskar Putri di Medan Perang
Sosok Lukitaningsih dikenal sebagai pemimpin Pemuda Putri Republik Indonesia (PPRI) di Surabaya. Organisasi ini merupakan federasi dari kelompok pelajar, pegawai, dan pemuda kampung yang terbentuk pada 1945.
Menurut buku terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional tahun 1992, di masa genting revolusi, Lukitaningsih memimpin pembentukan Laskar Putri. Mereka mendirikan dapur umum, menolong pengungsi, dan menjadi tenaga Palang Merah di tengah medan pertempuran.
Sebanyak 200 remaja putri bergabung dalam asrama PPRI dan siap dilatih menghadapi situasi darurat. Namun sebelum pelatihan selesai, pertempuran besar 10 November meletus di Surabaya.
Lukitaningsih dan sekitar 50 anggota Laskar Putri langsung diterjunkan ke garis depan. Mereka bertugas mengevakuasi korban, mengobati yang terluka, hingga menggali dan menguburkan jenazah.
Banyak di antara mereka yang baru pertama kali melihat senjata dan mendengar ledakan mortir. Namun di bawah komando Lukitaningsih, mereka tetap bertahan dan berjuang tanpa rasa takut.
Sosoknya menjadi lambang keberanian perempuan muda Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Hingga kini, namanya masih tercatat dalam arsip sejarah nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....