Mengenal Mohammad Mangoendiprodjo,tokoh 10 ovember 1945
- 24 Nov 2025 18:15 WIB
- Tual
KBRN. Langgur: Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Ada banyak tokoh dalam pertempuran tersebut.
Mereka berperan besar dalam memimpin dan menginspirasi perjuangan rakyat di Surabaya. Pertempuran Surabaya bertujuan mengusir tentara Inggris dan Belanda, yang ingin kembali menduduki Indonesia.
Awalnya, tentara Inggris diketahui hanya akan melucuti senjata tentara Jepang. Namun berujung pertempuran sengit di Surabaya.
Jembatan Merah, saksi bisu Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.
Selanjutnya, tokoh Pertempuran Surabaya yang menyerang pasukan Sekutu dengan para pejuang lainnya adalah Mohammad Mangoendiprodjo. Jenderal Oerip Soemohardjo mengangkat Mohammad Mangoendiprodjo sebagai pimpinan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Divisi Jawa Timur.
HR Mohammad merupakan tokoh yang secara tegas menolak ultimatum dari tentara Sekutu, dan juga berpartisipasi secara langsung dalam peperangan melawan pasukan Sekutu.
HR Mohammad lahir di Sragen, Jawa Tengah pada 5 Januari 1905. Ia bergerak maju bersama Bung Tomo, Abdul Wahab, Moestopo, dan Doel Arnowo dalam melawan tentara Sekutu, yang ingin kembali menjajah Indonesia.
HR Mohammad dikenal karena garis keturunannya yang aktif memberontak terhadap penjajahan. Presiden Soekarno mengangkat ia sebagai Mayor Jenderal setelah kemenangan Indonesia dalam pertempuran besar di Surabaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....