Mengenal Prof.Dr.Moestopo,Pejuang 10 November 1945
- 24 Nov 2025 17:21 WIB
- Tual
KBRN. Langgur: Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Ada banyak tokoh dalam pertempuran tersebut.
Mereka berperan besar dalam memimpin dan menginspirasi perjuangan rakyat di Surabaya. Pertempuran Surabaya bertujuan mengusir tentara Inggris dan Belanda, yang ingin kembali menduduki Indonesia.
Awalnya, tentara Inggris diketahui hanya akan melucuti senjata tentara Jepang. Namun berujung pertempuran sengit di Surabaya.
Jembatan Merah, saksi bisu Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945
.
Salah satu tokkoh penting yakni, Prof Dr Moestopo
Moestopo lahir pada tanggal 13 Juni 1913 di Kediri. Ia merupakan pahlawan nasional yang berkontribusi pada pertempuran besar di Surabaya.
Moestopo adalah lulusan kedokteran gigi dan mampu memimpin tim. Setelah meninggal, ia diberi gelar sebagai Mayor Jenderal TNI.
Sebagai tokoh dalam Pertempuran Surabaya, peran Moestopo adalah mengambil senjata milik tentara Jepang. Sehingga bisa digunakan untuk berperang melawan tentara Sekutu.
Karena Moestopo merupakan pendiri Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan Menteri Pertahanan At interim, mengambil senjata dari tentara Jepang mudah baginya.
BKR Jawa Timur didirikan setelah PETA dibubarkan, yang membantu Indonesia mempertahankan kedaulatan. Moestopo benar-benar seorang pemimpin yang luar biasa.
Selain menyediakan senjata, Moestopo juga merupakan figur yang menentang dan menghentikan masuknya pasukan Inggris ke Surabaya. Ia tidak ragu untuk berpidato di depan umum, mendorong masyarakat Surabaya untuk menentang kedatangan tentara Inggris dan sekutunya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....