Moses Akui Keterbatasan Menjadikannya Spesial dan Berharga
- 29 Okt 2025 19:02 WIB
- Tual
KBRN,Langgur : Menjadi seorang penyandang disabilitas tentu tidak menjadi sebuah pilihan yang diinginkan oleh siapapun namun jika terlahir sebagai seorang disabilitas ini merupakan sebuah takdir hidup yang diterima oleh siapapun entahi dalam bentuk apapun ketika terlahir secara alami, dan secara kodrati dari sang Pencipta, Rabu (29/10/2025).
Ditemui rri.co.id di Panti Asuhan Bhakti Luhur Langgur, yang berlokasi di desa Loon Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara adalah seorang putra yang terlahir sebagai penyandang disabilitas dengan keterbatasan fisik dan hanya bisa berada di kursi roda, tidak membuat Moses Fofid seorang anak laki-laki yang berusia 27 tahun untuk putus asa.
Moses yang kerap disapa warga diketahui baru telah berada dan tinggal di Panti Asuhan sejak berusia 7 tahun, selama kurang lebih 20 tahun berada di tempat ini, semakin membuat Moses selalu bersemangat dalam keadaan apapun yang dialami,dirinya mengaku sejak kecil sudah terlatih untuk tegar mengahadapi keterbatasan yang ada.
Walaupun pada awalnya sedikit susah untuk menerima dirinya sendiri namun berkat lingkungan yang positif, Ia akhirnya mampu menerima dan bangkit serta semangat untuk melihat kekurangannya sebagai sebuah hal Istimewa yang tidak dimiliki oleh orang lain,hal ini justru membawa dampak positif terhadapnya karena dapat mengenal diri sendiri dan berdamai dengan kondisi yang ada.
Sejak saat itu Moses melihat kekurangan ini menjadi spesial,dan akhirnya Moses juga mencoba pelajari hal-hal yang tidak dilakukan banyak orang,saat ini Moses lebih banyak dikenal publik dengan menjadi seorang pemain keyboard, menggunakan sebuah kesempatan besar kala dirinya pernah mengikuti kegiatan di kota Malang Jawa Timur akhirnya timbul rasa gemar untuk bermain keyboard.
Akhirnya moses mempelajari secara otodidak dan terbukti saat ini moses sering melayani di gereja sebagai pemusik bahkan di undang untuk hadir di multi event yang diselenggarakan,berkat kemampuan ini membawa dirinya berangkat ke Jakarta,surabaya,Malang dan beberapa kota di pulau jawa .
Dirinya berpesan kepada siapa saja yang terlahir dengan keterbatasan jangan sampai pernah menyesal atas kehadiran yang tidak sempurna justru dalam kelemahan inilah menjadikan dirinya lebih spesial dan bermartabat,sungguh sebuah nilai diri yang sungguh mulia bagi kita yang memiliki kesempurnaan karena dengan keterbatasan kita semakin menyadari betapa hidup itu berharga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....