Ciptakan Petani Unggul, Cara Lapas Jaga Ketahanan Pangan

  • 21 Okt 2025 14:14 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, warga binaan sibuk beraktivitas di lahan perkebunan, Selasa (21/10/2025). Mereka bukan sekadar mengisi waktu, melainkan sedang menjalani program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Dengan telaten, mereka merawat berbagai jenis sayuran, mulai dari sawi, kangkung, hingga terong. Hasil panen ini tak hanya memenuhi kebutuhan pangan Lapas Kelas IIB Tual, tetapi juga menjadi bekal berharga bagi mereka kelak saat kembali ke masyarakat.

Program yang diinisiasi oleh Lapas Kelas IIB Tual ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan lahan kosong di lingkungan Lapas Tual menjadi kebun produktif. Pemandangan hijau kebun sayur ini menjadi pemandangan baru yang menggantikan kesan suram di dalam Lapas Tual. Para warga binaan dilatih secara profesional oleh petugas dan ahli pertanian, mulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan, hingga panen.

Menurut Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, program ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi warga binaan. "Selain mendapatkan keterampilan praktis dalam bercocok tanam, kegiatan ini juga membantu mereka mengurangi stres dan rasa jenuh," ujar Nurchalis. "Mereka belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan melihat langsung hasil jerih payah mereka."

Seorang warga binaan berinisial P mengaku merasa lebih positif setelah mengikuti program ini. "Dulu rasanya hidup tidak ada gunanya. Sekarang, dengan merawat tanaman, saya merasa lebih tenang dan produktif. Ada kepuasan tersendiri saat melihat tanaman yang kami rawat tumbuh subur dan bisa dinikmati," ungkapnya.

"Ini adalah langkah nyata kami dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus memberdayakan warga binaan agar memiliki bekal yang kuat saat bebas nanti," jelas Ricky Dwi Biantoro, selaku Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku. "Kami berharap, setelah keluar dari Lapas, mereka bisa menerapkan ilmu yang didapat untuk berwirausaha atau bekerja di sektor pertanian, sehingga dapat diterima kembali oleh masyarakat dengan baik."

Lebih lanjut, Ricky, menjelaskan keberhasilan program ini membuktikan bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berfokus pada hukuman, tetapi juga pada aspek kemandirian dan rehabilitasi.

"Melalui perawatan tanaman, warga binaan mendapatkan kesempatan kedua untuk menumbuhkan harapan dan mengubah masa depan mereka menjadi lebih baik," ujar Ricky.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....