Penulis Buku Antologi Puisi Bagikan Kisah Menarik

  • 18 Jun 2025 14:00 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Di studio Pro 2 RRI Tual berlangsung Program Sore Ceria Berjaringan Korwil Nusantara III Maluku Maluku Utara. Mahasiswa semester akhir Fakultas Teologi UKIM Ambon Gerits Kelmaskossu berbagi kisah inspirasi dalam menulis Antologi Puisi Bergeraklah.

Kelmaskossu menjelaskan prosesnya penulisan Kumpulan puisi ini dalam satu runtutan waktu, Sejak 23 September - 8 Desember 2024. Puisi-puisi ditulis dalam momen-momen tertentu saat resah, saat bersyukur, atau saat merasa dunia ini terlalu sunyi dari makna Kemudian dirinya memilih dan menyusunnya menjadi satu narasi yang utuh.

Dengan semangat dan antusias yang tinggi Kelmaskossu membeberkan pengaruh pengalaman hidup dalam penulisan sangat besar. Dan beberapa puisi sangat personal, lahir dari pengalaman kehilangan, kebingungan, dan kebangkitan kembali.

Tapi Kelmaskossu juga banyak terinspirasi dari kisah orang lain, dari perjalanan ke tempat-tempat baru, atau percakapan-percakapan kecil yang membekas. Kelmaskossu menceritakan banyak tantangan yang dihadapi terutama adalah menjaga kejujuran dalam menulis.

“Saya ingin setiap puisi terasa hidup, bukan sekadar permainan kata. Jadi saya sering menunda, menghapus, atau menulis ulang jika rasanya tidak jujur. Selain itu, menyatukan puisi-puisi ini agar punya arah dan nyawa yang sama juga cukup menantang,” tuturnya.

Ada 30 puisi dalam buku ini dan yang paling berkesan baginya adalah puisi berjudul Air Mata di Mata Air dan Siapakah Kami dalam Kesatuan. Kedua puisi ini menyinggung tentang luka yang tidak ditangisi lagi, tapi juga belum selesai. Puisi ini juga menjadi titik utama awalnya dirinya mengalami perubahan besar-besaran.

“Saya merasa seperti disentuh dengan gerak saya di Kamal dan di Warbal. Membuat saya merasa menyatu dengan diri saja, tapi juga dengan realitas di sekitar saya,” ujar Kelmaskossu.

Tema utama buku ini adalah Gerak dalam arti berpindah dari stagnasi menuju harapan. Isinya tidak selalu motivasional secara terang-terangan, tapi lebih kepada dorongan reflektif agar pembaca berani menyelami dirinya sendiri, dan melangkah keluar.

Kelmaskossu memberi pesan yang sangat mendalam pada Antologi Puisi Bergeraklah. Pesan utamanya sederhana tapi dalam dan jangan mati di tempat yang nyaman.

Jangan puas dengan hanya “ada”. Bergeraklah dalam berpikir, dalam merasakan, dalam mencinta, dan dalam menjadi manusia seutuhnya." kata Kelmaskossu mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....