Kaki Kecil Menapaki Ratusan Tangga Untuk Mengukir Motivasi

  • 14 Mei 2025 11:42 WIB
  •  Tual

BRN, Tual: Anna Welerubun, gadis kecil dengan wajah polosnya, pagi itu menapaki ratusan tangga dari desa uwat besar menuju uwat air, dengan membawa cucian serta jerigen kosong. Ditemani dua kawannya, tawa riang ketiga bocah kecil ini terdengar hingga di kaki tangga uwat air.

Ditengah udara dingin, mereka bertiga menuju pusat mata air di desa uwat air, dan memulai pekerjaan mereka hari ini. Menemani mereka, rri.co.id berbincang dengan Anna, gadis manis yang terlihat sangat bersemangat dalam kesederhanaannya.

Sejak kapan Anna mulai bolak-balik ke dua des aini untuk mengambil air?

Saya mulai mengikuti ibu dan bapak serta tetangga ke desa uwat air sejak usia 3 tahun. Sejak saya sudah bisa berjalan, seingat saya, saya sudah mulai dibiasakan untuk kesini.

Mengapa harus kesini? Apakah tidak ada air di desa uwat besar?

Sebenarnya saat ini kami memiliki pipa yang mengaliri rumah-rumah warga, tetapi dengan jumlah yang terbatas karena terbagi diantara dua des aini. Maka untuk menghemat penggunaan di rumah, kami lebih sering ke sumber mata air untuk melakukan aktifitas mencuci dan mengangkut air bersih untuk dibawa pulang.

Apakah Anna tidak capek jika harus menapaki ratusan tangga ini setiap hari?

Kami sudah terbiasa, karena sudah sering dilakukan sejak kami kecil, maka jika bertanya capek atau tidak, jawabnya kami sudah biasa, jadi tidak terasa.

Biasanya kalau pergi seperti ini, dilakukan Bersama-sama atau sendirian?

Kami lebih suka pergi Bersama-sama semua teman-teman. Kami biasanya janjian kalau mau pergi mencuci, biar suasananya terasa lebih ramai dan tidak terasa capek.

Biasanya sampai jam berapa di desa uwat air?

Tergantung kak, kalau kami turunnya siang setelah pulang sekolah, biasanya bisa sampai sore kami di mata air, tapi jika pagi, kami sudah bisa Kembali saat siang. Kami tidak diperbolehkan keluar saat malam, karena takut tidak bisa melihat tangga dan jalan dengan baik di saat malam.

Apakah kegiatan ini akan terus berlanjut pad adik-adiknya atau tidak lagi?

Ini si Luigi, usianya baru 5 tahun kak, dan dia sudah mulai terbiasa dengan aktifitas kami bolak-balik setiap hari. Yang pasti adik-adik kami pastinya akan mengikuti jejak kami untuk melakukan perjalanan ini, karena bagi kami, ini bukan saja perjalanan untuk mengambil air dan mencuci, tetapi juga sebuah kisah yang kami ukir sebagai motivasi yang menempa jiwa dan semangat kami.

Perbincangan rri.co.id dengan si kecil Anna, gadis 8 tahun dari desa uwat besar ini berakhir Ketika mereka bertiga selesai mencuci pakaian. Dengan memikul ember besar diatas kepala dan menjinjing dua buah jerigen ukuran 5 liter dikedua tangannya, anna, luigi dan vero berpamitan pulang menuju desa uwat besar, menapaki ratusan tangga penghubung, yang saat ini akan menuju ke atas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....