Tradisi Menyalakan Damar di Kuburan Pada Malam 27 Ramadhan

  • 27 Mar 2025 13:45 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Tradisi menyalakan obor di kuburan sudah berlangsung dari dulu hingga saat ini, warga di kepulauan kei percaya obor yang dinyalakan pada malam ke dua puluh tujuh Ramadhan ini atau dalam Bahasa daerah obor matan la’ai ini adalah pertemuan secara tidak langsung si penghuni kubur dengan keluarganya yang masih hidup dan dalam tradisi ini juga ada doa khusus yang dikirimkan ke keluarga yang sudah meninggal dunia.

Hal ini biasanya dilakukan menjelang ramadhan dan menjelang hari raya idul fitri tradisi obor ini akan dilakukan setelah salat maghrib.

Selain itu tradisi unik ini dilakukan sudah sejak lama oleh leluhur dan rutin dijalani setiap tahun, Jelang lebaran,selain ziarah kubur sejak dulu warga sudah menyalakan api dengan pelita dari botol diisi minyak tanah dan di atasnya diberi sumbu.

dikatakan haji salim, tradisi menyalakan obot di kuburan saat malam 27 Ramadhan atau malam lailatul Qodar adalah bentuk mencari rahmat ALLAH SWT. Menurutnya, tradisi ini memiliki keutamaan tersendiri. Sebab, pintu-pintu rahmat tidak hanya akan dibuka bagi orang yang masih hidup, tapi juga bagi mereka yang telah meninggal dunia.

“Kami percaya bahwa malam Lailatul Qadar yang merupakan malam paling baik dari 1.000 malam ini akan memberi rahmat bagi semua mahluk di bumi,entah itu kita yang masih hidup tau sanak saudarah kita yang telah meninggal dunia” katanya.

untuk saat warga memilih menggunakan obor yang terbuat dari sepotong bambu dan atasnya diberi sumbu yang sudah diminyaki.

Umumnya masyarakat di daerah lain akan menyalakan obor untuk pawai pada malam takbiran. Tetapi warga di kepulauan Kei merayakannya dengan datang ke pemakaman untuk berziarah serta menyalakan ratusan obor atau lilin di setiap kuburan. Seolah obor-obor itu menjadi penerang di tempat pemakaman umum (TPU) yang gelap gulita.

Hal ini juga sudah disetujui oleh pemuka agama juga tokoh adat kepulauan kei Sehingga tradisi ini masih diteruskan dan dilakukan sampai sekarang.

“ini sudah jadi tradisi leluhur kami, jadi pada malam 27 itu kami akan datang ke makam, menyalakan obor juga berdoa, memang tidak di anjurkan agama, tapi satu tradisi dan kepercayaan kami kalau keluarga kami yang sudah meninggal, akan datang ke rumh dan memintah untuk di doakan, ini cara mengobati rindu kami pada sanak saudarah kami yang telah meninggal, seperti saya saat ini, selesai sholat magrib saya sengaja datang ke kuburan, karena tidak ada obor jadi saya pakai lilin saja”, ujar ahmad jama’ah masjid Baitul Rahman mangon kota tual.

Lain ahmad lain pula dengan kamelia, ia mengatakan moman ini ia nantikan karena rasa rindunya terobati pada sang ayah yang sudah meninggal beberapa tahun lalu.

“saya kehilangan ayah dari saya berada di bangku SD, sekarang saya sudah kuliah dan setahun lagi selesai, sengaja pulang kei untuk ketemu ayah, banyak yang mau saya ceritakan, biasanya kalau selesai nyalakan obor, berdoa dan saya mulai menceritakan perjalanan saya selama satu tahun, berasa ada ayah di samping, plong dan Bahagia setelah ritual ini dan Kembali ke rumah kaya ada anergi baru, semangat lagi”, tutur saat kami temui pada lokasi pemakaman umum dusun mangon kota tual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....