Tradisi "Voor Yaf" Tanimbar Kei, Bentuk Penghormatan Perahu Baru

  • 12 Mar 2025 09:10 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Di Desa Tanimbar Kei, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, terdapat tradisi turun-temurun yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat, yaitu "Voor Yaf". Tradisi ini merupakan bentuk penyambutan dan penghormatan terhadap perahu baru yang akan digunakan oleh pemiliknya sebagai mata pencaharian atau alat transportasi.

Makna Tradisi Voor Yaf, ungkapan Syukur dan juga Harapan dari masyarakat atas karunia rezeki dan keselamatan yang diberikan Tuhan melalui perahu baru tersebut. Tradisi ini juga mengandung harapan agar perahu baru membawa berkah, keselamatan, dan hasil tangkapan yang melimpah bagi pemiliknya.

Sementara dalam Prosesi Voor Yaf ini, melibatkan sebagian ibu - ibu, atau dalam keluarga Tanimbar Kei sering menyebut dengan " ren ur". Ren Ur artinya saudara perempuan yang telah menikah, atau peranakan dari keluarga yang bersangkutan, dan dari berbagai latar belakang agama yakni Hindu, Muslim dan Katolik serta Protestan.

Hal ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang kuat dalam masyarakat Tanimbar Kei. Tradisi Voor Yaf telah diwariskan secara turun-temurun, dan ini menunjukkan penghormatan masyarakat terhadap adat istiadat dan nilai-nilai leluhur dan masyarakat Tanimbar Kei memegang teguh dan melestarikannya sampai sekarang ini.

Prosesi Tradisi Voor Yaf

Mulai dari Penurunan Perahu ke Laut, Perahu baru, yang biasanya terbuat dari kayu itu, ditarik bersama-sama oleh masyarakat setempat dari hutan atau dari lokasi pembuatan ke laut. Proses ini melambangkan kerja keras dan gotong royong dalam membangun perahu.

Warga masyarakat Tanimbar Kei dari berbagai komunitas dan agama, turut serta dalam prosesi Voor Yaf peluncuran perahu baru ke laut.

Penyambutan di Depan Kampung

Setelah perahu diluncurkan ke laut, perahu tersebut dibawa ke depan kampung untuk berlabuh. Di sini, masyarakat berkumpul baik anak anak, orang dewasa untuk menyambut perahu baru tersebut.

Prosesi Voor Yaf dilakukan yakni Para ibu membawa sirih pinang dan uang yang diletakkan di atas piring masing-masing. Piring-piring ini kemudian diberikan kepada pemilik perahu di depan bahkan di atas perahu sebagai bentuk penghormatan dan rasa gembira mereka atas keberhasilan dan kedatangan perahu baru.

Tradisi ini baru saja dilakukan terhadap sebuah perahu motor laut "baru" milik bapak Breston Rahayaan. Dimana seluruh masyarakat kampung, tanpa memandang perbedaan agama, turut serta dalam prosesi 'Voor Yaf" untuk perahu milik Breston.

Hal ini menunjukkan bahwa tradisi Voor Yaf tetap kuat dan menjadi perekat persatuan dalam masyarakat Tanimbar Kei. Sehingga masyarakat memiliki cara unik dalam mengekspresikan kegembiraan saat mendapatkan motor baru.

Ekspresi ini diwujudkan dengan membasuh wajah orang-orang yang datang dengan arang. Bahkan, aksi ini bisa berlanjut menjadi aksi kejar-kejaran yang penuh keceriaan.

Tradisi ini mencerminkan keakraban dan kebersamaan yang kuat dalam masyarakat Tanimbar Kei. Ini adalah cara mereka berbagi kebahagiaan dan merayakan momen penting bersama-sama. Mungkin terlihat unik dan kotor, namun memiliki makna kebahagiaan dan kebersamaan.

Tradisi Voor Yaf adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Tanimbar Kei. Bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan wujud nilai-nilai luhur seperti syukur, solidaritas, dan penghormatan terhadap leluhur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....