Jika Kamu Menginginkan Pelangi, Kamu Harus Menerima Hujan
- 08 Feb 2025 12:49 WIB
- Tual
KBRN, Tual: Potret Hafsah salah satu penjual sirih dan pinang di pasar Kota Tual, yang kini semangat berjualan walaupun kondisi cuaca di daerah ini diguyur hujan di sertai dengan angin kencang, tetapi tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berjualan, karena dengan niat yang tulus untuk memenuhi kebutuhan hidup ekonominya maka usaha dan kerja keras yang dilakukan untuk mendapatkan rejeki yang halal.
Menjual sirih dan pinang memang harus penuh kesabaran, karena jualan ini memang dibilang laris saat ada acara adat dan acara pernikahan. Kalau di hari hari biasa memang omset yang di dapat perhari Rp 50.000 kadang juga tidak laku terjual. Apalagi dengan kondisi cuaca seperti ini.
“Hujan terus selama ini memang pengaruh juga buat kita penjual sirih pinang, jangankan sirih pinang jualan lainnya juga kadang tidak laku terjual, seperti cili, tomat, kuning dan jahe dan sarei. karena cuaca ini menghambat dan bikin malas warga ke pasar.” ungkap Hafsah
Walaupun kondisi cuaca, ia tetap berjualan meski rejeki yang di dapat tidak seberapa yang diharapkan, tetapi dengan kesabaran dan ketekunan inilah ia belajar sabar. Karena rejeki itu adalah rahasia sang pencipta.
“Rejeki itu sudah diatur oleh Tuhan hanya bagaimana ia berusaha dan kerja keras untuk mendapatkan rejeki itu. Ia tetap bersyukur karena rejeki yang di dapat itu ia bisa dibelikan beras 1kg dn ikan yang seharga Rp 20.000. untuk keluarganya di rumah.” Katanya
Di usia yang tidak bisa lagi untuk menahan dingin di musim hujan ini, tetapi Hafsah tetap berupaya untuk menghidupkan keluarganya dengan berjualan di pasar tual. Dengan nada sedih ia melontarkan kata bijak “Jika Kamu Menginginkan Pelangi Kamu Harus Menerima Hujan” Ia menjelaskan, menjadi penjual harus punya tekad dan niat untuk tetap menghadapi cuaca baik itu panas maupun hujan kita tetap bekerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....