Tanamkan Sejak Dini Al-Qur'an Dalam Kehidupan Anak
- 20 Jan 2025 06:29 WIB
- Tual
KBRN, Langgur : Kemampuan membaca dan pembelajaran Al-Qur’an merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dan ditumbuh kembangkan bagi setiap individu muslim, karena terkait langsung dengan ibadah keseharian. Hal ini menjadi argumentasi mendasar terkait keterampilan membaca sebagai prioritas pertama dan utama dalam pendidikan Islam khususnya bagi generasi penerus, anak-anak yang masih berada di bangku SD, SMP dan SMA.
Kepala kantor urusan agama kecamatan kei kecil, Ustat Muhlis Azhari Rahayaan. S.Sos mengatakan jika dilihat proses perkembangan pendidikan agama di kabupaten maluku tenggara salah satu hambatan yang menonjol dalam pelaksanaan pendidikan adalah metode pengajaran Al-Qur’an.
“Sehubungan dengan penggunaan metode belajar, terdapat beberapa metode dalam pengajaran membaca Al-Qur’an. Namun demikian metode yang digunakan saat ini dalam membaca Al-Qur’an untuk anak sekolah masih terbatas pada buku sebagai sumber dan sekaligus media pengajaran. Sebagai akibat kondisi seperti ini, maka timbullah permasalahan bahwa tidak sedikit anak-anak sekolah merasa bosan belajar Al-Qur’an yang menerapkan metode dan media seperti itu sehingga anak mengalihkan perhatiannya kepada yang lain yang dianggap lebih mudah menurut anak dan bahkan anak cenderung memilih yang lain yang tidak ada.” ujar ustat muhlis di desa Ibra pada saat kegiatan khatamul Qur’an, Minggu (16/1/2025).
Kebangkitan umat Islam abad ke-15 Hijriah, berawal dari pandai membaca Al-Qur’an dan menuliskannya/ Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Untuk saat ini pada kantor kementrian agama kabupaten Maluku tenggara dalam hal ini kantor urusan agama setiap kecamatan akan menguji baca’an para santriawan dan santriwati pada semua TPQ yang akan menghatamkan santrinya, seperti yang di lakukan oleh KUA kei kecil, beberapa Qori dan Qoria diboyong KUA ke desa ibra untuk menguji baca’an santri pada TPQ Assyarif pimpinan ustaza hadija rahayaan, PTQ Albayan dengan pengasu ustazah saoda ingratubun, TPQ Al-Muttaqin dengan pengasu Hj Gamar Bugis dan TPQ Balimrin dengan pengasuhnya Hj.Fatima Rahanyamtel.
KUA Kei Kecil Ustat Muhlis lebih lanjut mengatakan, keberhasilan guru ngaji dalam menciptakan kondisi yang optimal dalam kegiatan belajar mengajar Al-Qur’an, merupakan suatu usaha atau proses yang ditujukan untuk membina kualitas sumber daya manusia seutuhnya agar dapat melakukan perannya dalam kehidupan secara fungsional dan optimal. Pendidikan pada intinya menolong manusia agar dapat menunjukkan eksistensinya secara fungsional ditengah-tengah kehidupan manusia. Pendidikan demikian akan dapat dirasakan manfaatnya bagi manusia.
“Tugas ini menjadi tanggung jawab kita semua. Salah satu problem yang cukup mendasar adalah kondisi obyektif umat islam dewasa ini, salah satunya adalah buta akan Al-Qur'an yang menunjukkan indikasi prestasi dan Alhamdulillah pada tanggal 19 januari tahun 2025 di desa ibra kabupaten Maluku tenggara diselenggarakan kegiatan khatamul Qur’an untuk TPQ dengan jumlah peserta 46 santri, laki-laki 15 dan 31 perempuan” ucapnya
Sangat diharapkan tidak hanya desa ibra yang melakukan kegiatan khataman Al-Qur’an ini tapi semua desa-desa muslim yang ada di kei ini setiap hari, minggu, bulan atau tahun melaksanakannya “ Al-Qur’an ini adalah filter, pembeda yang hak dan batil untuk seorang muslim, maka harus ditanamkan sejak dini” tegas kepala kantor ususan agama kei kecil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....