Pindah Tugas, Konsekuensi Aparatur Sipil Negara

  • 18 Jan 2025 05:25 WIB
  •  Tual

KBRN, Tual: Sudah menjadi konsekuensi bagi seorang Aparatur Sipil Negara(ASN) untuk siap di tempatkan di mana saja di tanah air dan sudah menerima dengan lapang dada apabila jauh dari orang tua dan keluarga.

Kepada rri.co.id, Nikodemus Lois Gajus Pattiasina bercerita , selasa(14/01/2025) tentang dirinya yang hampir delapan (8) tahun harus menerima resiko berpindah-pindah tempat karena tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang Aparatur Sipil Negara(ASN).

Pattiasina mengatakan, saat duduk di bangku SMA dirinya sudah kehilangan sosok seorang ibu, yang harus pergi meninggalkan ayahnya, dirinya dan keenam saudaranya, Namun dirinya tidak patah semangat untuk menggapai cita-citanya, dengan tetap bersyukur kepada Sang Maha Pemberi Hidup. Dirinya tetap semangat untuk melanjutkan sekolahnya hingga bangku kuliah, dan disaat dirinya sudah menggapai cita-cita diusianya yang ke 36 tahun Pattiasina harus merelakan kepergian sosok ayahnya yang selama ini menjadi pengganti ibunya.

“ Waktu umur saya 16 tahun ibu saya sudah meninggal dunia, kami saat itu merasa terpukul dan bahkan tidak mau menerima takdir namun saya percaya Tuhan sudah punya rencana yang baik dalam keluarga kami ” tutur Pattiasina

Berdomisili di kota Palembang kala itu Pattiasina bersama keluarganya dan memilih bersekolah disekolah katolik dari jenjang SD hingga tingkat SMA dengan prestasi yang mumpuni hingga mendapat kesempatan untuk melanjutkan kuliahnya dijenjang D-1 kepabean dan cukai dan akhirnya lulus

Pattiasina menjelaskan saat menamatkan pendidikan D-1 Kepabean dan cukai dirinya langsung mendapat pekerjaan dan ia pun melanjutkan pendidikannya dijenjang S1 di STIE Dr. Moechtar Talib di Jakarta dan kini jabatannya sebagai penjabat fungsional pemeriksa Bea dan Cukai kota Tual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....