Ketersediaan Pangan di Indonesia Masih Tergolong Rendah
- 21 Nov 2024 10:44 WIB
- Tual
KBRN, Tual: Sarmin, S.Pt., M.Si alumnus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan pada Pemerintah Kota Tual, dalam pertemuan yang singkat dengan salah satu kader KAMMI Kota Tual-Maluku Tenggara M.Anas Uar pada pertemuan itu mendapatkan banyak pengetahuan baru dari Alumnus Samri terutama soal masalah ketahanan pangan di indonesia. Informasi ini dikutip dari Facebook M.Anas Uar, Kamis (21/11/2024)
Data publikasi statistik ketahanan pangan pada tahun 2022 menempatkan indonesia berada pada peringkat ke 69 dari 113 negara dengan skor 59,2 persen berdasarkan penilaian skor ketahanan pangan Global Food Security Index (GFSI). GFSI sendiri merupakan rumusan dari Economics Intelligence Unit (EIU) yang bertujuan untuk mengukur ketahanan pangan pada level negara melalui masalah keterjangkauan, ketersediaan, serta kualitas dan keamanan.
Peringkat ini menunjukan bahwa ketersediaan pangan di indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah keterbatasan lahan, distribusi yang tidak merata, dan konsumsi yang tidak sehat.
Selain itu, permasalahan pangan juga disebabkan oleh beberapa faktor lain, diantaranya adalah perubahan iklim, tingkat kemiskinan, kurangnya pengetahuan pasca panen dan adanya pangan segar yang tidak aman yang beredar luas di masyarakat.
Oleh karena itu, penyelesaian masalah ketahanan pangan di indonesia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi antar semua sektor untuk mencapai ketersediaan pangan di indonesia terutama di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan.
Disela-sela diskursus yang panjang ini beliau juga menyampaikan pesan bahwa peran pemuda dan mahasiswa terutama KAMMI sangat penting, banyak hal yang bisa dilakukan oleh KAMMI untuk membantu pemerintah dalam menangani krisis ketahanan pangan, salah satunya adalah melakukan sosialisasi tentang pengetahuan pasca panen dan pemanfaatan lahan agar lebih produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....