Gorengan Keliling Yuni dan Harapan Kecil yang Belum Merdeka

  • 19 Agt 2026 05:41 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Pagi belum sepenuhnya ramai ketika Yuni Karmila Sari mulai menyiapkan gorengan yang akan dijajakannya. Dari Ohoi Ohoijang, Kabupaten Maluku Tenggara, perempuan ini memilih berkeliling mencari pembeli, berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan memanfaatkan setiap kegiatan yang bisa menjadi peluang untuk berjualan.

Bagi Yuni, berjualan bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi cara untuk tetap bertahan ketika pekerjaan dan penghasilan tetap belum ia miliki. Karena itu, setiap ada acara yang ramai didatangi orang, ia berusaha membuka lapak dengan harapan dagangannya lebih banyak terjual.

“Kadang sepi, kadang ramai, tapi ya ada saja. Saya biasanya keliling, kalau ada event saya ikut juga,” kata Yuni saat ditemui tim RRI, Selasa (18/8/2026).

Yuni merupakan salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berharap kegiatan pemerintah maupun masyarakat bisa ikut menghidupkan usaha kecil di daerah. Ia mengaku kecewa ketika kegiatan yang diadakan seharusnya memberi ruang bagi UMKM setempat justru belum banyak berdampak pada pedagang seperti dirinya.

“Kalau kita sudah terdaftar sebagai UMKM di sini, apa salahnya kalau uangnya beredar di sini saja. Sebelum pembukaan memang sudah disampaikan uangnya akan beredar di dalam, tetapi kenyataannya lain,” ujarnya.

Namun, persoalan Yuni tidak berhenti pada dagangan yang terkadang sepi. Di balik meja jualan dan gorengan yang ia jajakan, ada persoalan lain yang jauh lebih berat, yakni sulitnya mengakses bantuan yang menurutnya justru dibutuhkan oleh orang-orang seperti dirinya.

Yuni tidak memiliki pekerjaan maupun penghasilan tetap. Ia juga tidak tinggal di rumah milik sendiri, melainkan menumpang di rumah saudara sambil ikut menjaganya.

“Saya tidak punya pekerjaan tetap, tidak ada penghasilan tetap, dan rumah juga bukan rumah tetap. Rumah saudara yang saya jaga, tetapi ketika mau mendapatkan bantuan, rasanya susah sekali,” ucapnya.

Ia mengaku sudah beberapa kali mengurus bantuan dengan bolak-balik dari Ohoi, kantor kecamatan hingga Dinas Sosial. Bantuan yang diharapkannya hingga kini belum diperoleh, sementara kepesertaannya dalam Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) pernah tiba-tiba nonaktif saat anaknya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Saya sempat mengurus, pulang-pergi dari Ohoi, ke kecamatan, kemudian kembali lagi ke Dinas Sosial. Pernah dapat PBI-JK, tetapi waktu anak saya masuk rumah sakit, tiba-tiba nonaktif dan saya harus mengurus lagi,” katanya.

Pengalaman itu membuat Yuni berharap pemerintah lebih cermat melihat kondisi warga ketika menyalurkan bantuan. Ia tidak mempersoalkan jika bantuan diberikan kepada siapa pun, tetapi menurutnya mereka yang benar-benar membutuhkan seharusnya menjadi perhatian utama.

“Kalau memang ada bantuan, ya berikan kepada yang memang membutuhkan. Jangan yang sudah punya pekerjaan tetap, penghasilan tetap, dan usaha justru lebih diperhatikan daripada kami yang memang membutuhkan,” ujarnya.

Di tengah persoalan itu, Yuni tetap menyimpan harapan sederhana pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia ingin perekonomian semakin baik dan UMKM seperti dirinya mendapat perhatian yang lebih nyata, bukan hanya ketika ada program atau kegiatan tertentu.

Yuni percaya, kemerdekaan juga dimulai dari diri sendiri. Ia ingin terus berusaha tanpa hanya bergantung pada bantuan, namun berharap pemerintah tetap membuka ruang agar pelaku usaha kecil seperti dirinya bisa tumbuh.

“Harapannya UMKM lebih diperhatikan lagi. Untuk Indonesia, semoga semakin maju,” kata Yuni.

Bagi perempuan yang setiap hari menjajakan gorengan itu, kemerdekaan bukan sekadar upacara dan perayaan. Kemerdekaan adalah ketika ia punya kesempatan untuk terus berusaha, mendapatkan bantuan yang tepat, dan perlahan membangun kehidupan yang lebih baik.

Di balik gorengan yang dijajakan keliling, Yuni sedang memperjuangkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar dagangan laku. Ia sedang mencari kesempatan untuk hidup lebih baik, kesempatan yang seharusnya juga menjadi bagian dari makna kemerdekaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....