Peluang Manis Budidaya Buah Naga di Maluku Tenggara

  • 27 Jul 2026 15:50 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Budidaya buah naga kini menjadi pundi-pundi rupiah baru bagi para petani di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Tingginya permintaan pasar lokal serta harga jual yang relatif tinggi membuat komoditas hortikultura yang sebelumnya kerap didatangkan dari luar daerah ini kian diminati untuk dikembangkan secara produktif.

Kondisi iklim tropis dengan intensitas cahaya matahari yang melimpah di Kepulauan Kei terbukti sangat mendukung pertumbuhan tanaman buah naga. Khususnya varietas daging merah yang dikenal memiliki cita rasa manis yang khas.

Salah seorang petani asal Desa Abean, Kecamatan Kei Kecil Timur, Abdul Gani ketika menajadi narasumber dalam podcast RRI Tual beberapa waktu lalu mengaku, telah memulai budidaya buah naga sejak tahun 2018. Hasilnya, hingga kini ia berhasil meraup keuntungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Menurut Gani, perawatan tanaman jenis kaktus ini tergolong sangat efisien karena tidak membutuhkan pasokan air berlebih dan tahan terhadap cuaca panas. Untuk menekan biaya awal, ia memanfaatkan batang tanaman kelor dan kapuk hidup sebagai tiang penyangga, alih-alih membeli tiang khusus.

"Buah naga ini kan termasuk jenis kaktus, jadi katong seng perlu untuk siram terus, seperlunya saja. Pupuk juga pakai pupuk kandang hanya dua kali dalam satu tahun, jadi seng repot dan seng boros," ujar Gani.

Dalam proses perawatannya, Gani hanya berfokus pada pembersihan lahan secara rutin dua kali dalam sebulan, sedangkan pemupukan dilakukan dua kali dalam setahun.

Dari ketelatenannya tersebut, Gani dan keluarga dapat memanen buah naga hingga empat kali dalam setahun, sekali panen mampu meraup omzet mencapai Rp5 juta. Hasil dari penjualan buah naga yang biasa dibanderol sekitar Rp35.000 per kilogram ini ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan anak-anaknya.

"Katong biasa jual dengan harga oper itu Rp.25 ribu sampai Rp.30 ribu, tapi kalau jual sendiri biasanya dengan harga Rp.35 ribu per kilo," jelasnya.

Meski saat ini telah memiliki 100 lebih pohon buah naga di atas lahan seluas setengah hektar, Gani berencana untuk terus memperluas lahannya agar dapat meningkatkan produksi dan keuntungan yang lebih besar di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....