Desa Letvuan dan Pariwisata Kopi Arobustanya
- 25 Jun 2026 13:24 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Kopi arobusta bukan sekedar kopi langka yang di produksi desa letvuan, tetapi sektor ekonomi kreatif yang membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Bagi sebagian orang di kepulauan kei, mungkin bertani kopi tidak menjanjikan tetapi bagi masyarakat desa letvuan ini adalah peluang usaha.
Dimana varian tanaman kopi langka, arobusta di dukung penuh oleh kredit yunion ain hov ain dan dinas pariwisata maluku tenggara. Manager CU AHA Langgur, Phillips Rumlus mengatakan, pihaknya mendukung potensi tiap desa, untuk bisa maju dan mengembangkan sektor usaha mikro kecil dan menengah dan salah satunya adalah desa letvuan dengan kopi arobusta.
"Sebelum program prioritas pak prabowo ini, kami di CU AHA sudah punya program juga, jadi selain kami mengurus simpan dan pinjam, kami juga dituntut untuk bagaimana menggerakan sektoril dalam hal ini untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Maka pada tahun 2021 kami buat satu program dimana satu kampung satu produk, lalu dari program itu kita identifikasi dari setiap kampung, apa yang harus kita dorong untuk memajukan program tersebut," terang Rumlus.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Maluku Tenggara, Budhi Toffi mengatakan, selain sektor umkm yang berbasis kopi arobusta, kebudayaan juga bisa dipadukan. Ini tentunya mendukung penuh promosi pariwisata di maluku tenggara.
"Kita dorong lagi masing-masing desa dengan potensinya, misalnya kita mau makan mangga, ada di desa mana. Ini akan meningkatkan ekonomi kreatif kita dari sisi kuliner. Selain itu ada juga sisi kebudayaan, contohnya tarian penyambutan, biasanya tari kipas, sawat atau perang, tapi di desa letvuan beda, ada tarian kopi yang disajikan bagi wisatawan kapal pesiar yang datang berkunjung kemarin. Nah dengan bagitu, pengalaman bagi wisatawan makin komplit, dengan melihat tari kopi, diajak keliling kebun kopi dan langsung meminum kopi yang disajikan langsung dari pohon, pengalaman ini yang dicari wisawatan dan kita tidak akan sulit lagi berpromosi, mereka sendiri yang akan jadi agen promosi kita selanjutnya," jelas Toffi panjang lebar.
Toffi berharap desa letvuan bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya. Tidak selalu harus menjual pariwisata pantai tetapi bisa mengembangkan wisata berbasis sumber daya dan potensi desa masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....