Harga Kopra Malra Anjlok ke Rp 8.000, Pengusaha Keluhkan Ketidakpastian harga
- 11 Mei 2026 09:02 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langggur – Sejumlah pengusaha dan pengepul kopra di Kabupaten Maluku Tenggara mengeluhkan fluktuasi harga komoditas andalan kepulauan kei yang kian tidak menentu. Setelah sempat menyentuh angka menggembirakan di akhir tahun 2025, harga kopra kini justru merosot tajam di kuartal kedua tahun 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, pada tahun 2025 lalu, harga kopra di tingkat pengusaha lokal sempat bertengger di angka Rp18.000 per kilogram. Namun, memasuki awal 2026, harga tersebut terus merosot hingga kini, pada mei 2026 harga kopra berada di kisaran Rp.8000 per kilogram.
Salah satu pengusaha kopra di Langgur, Paulus Rahangmetan menyatakan, penurunan yang terjadi secara terus menurus, sangat memukul operasional usahanya.
"Waktu akhir tahun kemarin kami sempat bernapas lega karena harga tembus Rp18.000. Tapi tahun ini setiap bulan dari januari harga jatuh sekali sampai bulan Mei ini menjadi Rp. 8000. Harga turun terlalu cepat, kami di daerah sulit memprediksi stok," ujar Paulus saat ditemui di tempat produksi kopra di kediamanya, Selasa (5/5).
Penurunan harga ini dirasakan sangat berdampak langsung pada gairah memproduksi kelapa menjadi kopra. Menurut paulus, pengusaha kopra akan merugi karena petani kelapa enggan menurunkan harga kelapa mentah sehingga biaya pembelian kelapa, produksi dan upah buruh tidak sebanding dengan harga jual kopra saat ini.
Para pengusaha berharap Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Perdagangan dapat melakukan langkah intervensi atau setidaknya memberikan edukasi terkait sistem resi gudang agar harga tidak dipermainkan oleh spekulan.
"Kami butuh kepastian. Kalau harganya terus-terusan merosot tanpa ada standar bawah yang jelas, pengusaha lokal bisa gulung tikar, dan kasihan petani kita yang bergantung penuh pada kelapa," tutup paulus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....