Kapal Sandar Membawa Berkah untuk Pedagang Lauk Pauk

  • 30 Apr 2026 09:25 WIB
  •  Tual
Poin Utama
  • Memberikan dampak ekonomi yang sangat positif bagi penjual makanan

RRI.CO.ID, Tual - Saat kapal sandar di pelabuhan, baik kapal penumpang (seperti Pelni), kapal pesiar, maupun kapal barang memberikan dampak ekonomi yang sangat positif bagi penjual makanan, terutama di sekitar area pelabuhan dan pasar malam lokal.

Kapal penumpang yang sandar membawa ratusan hingga ribuan orang yang ingin mencari makanan di darat atau jajanan segar setelah berhari-hari di laut. Pedagang makanan lokal bisa meraup keuntungan ratusan ribu dalam waktu singkat (2-3 jam) saat kapal sandar. Contohnya, ibu-ibu penjual makanan di Pelabuhan Tual bisa mendapatkan Rp200.000 hingga Rp300.000 per kapal Pelni yang bersandar.

Para penumpang kapal juga memburu makanan khas daerah ketika kapal bersandar pada pelabuhan yang disinggahinya, sehingga membawa berkah bagi pedagang lauk pauk di pasar malam kota Tual. Ibu Jawaria, salah satu penjual lauk pauk khas daerah kei di pasar malam kota Tual seperti sayur sir-sir, lat, acar, bunga pepaya, gudangan, ikan kuah kuning, ikan asar, petatas, kasbi dan enbal, merasa senang ketika ada kapal penumpang bersandar di pelabuhan karena berdampak baik pada penjualannya.

Pantauan rri.co.id rabu (29/4/2026) Ibu Jawaria mengaku, pada saat kapal penumpang bersandar di pelabuhan, dia bisa mendapat omset hingga RP.1.500.000 dalam 2-3 jam. " Kami merasa senang sekali kalau ada kapal penumpang masuk sandar di pelabuhan besar Tual, karena jualan kami bisa terjual habis dalam jumlah yang banyak." Akui Ibu Jawaria

Meskipun lapak miliknya dipadati oleh pembeli pada saat kapal sandar yang juga didominasi dari penumpang kapal, ia tidak mainkan harga jual melainkan tetap dengan harga normal RP.10.000 / porsi untuk sayuran, petatas, kasbi dan enbal kemudian harga ikan disesuaikan dengan ukuran. Dia sengaja pertahankan sistem seperti itu demi menjaga kepercayaan pelanggan, jika dikemudian hari mereka kembali bersandar di pelabuhan Tual, maka mereka akan kembali berkunjung ke lapaknya.

Selain itu penumpang sering kali mencari menu favorit atau jajanan khas yang tidak ada di atas kapal, seperti pop mie, makanan berat, atau minuman segar, yang umum dijual di pasar malam atau warung sekitar pelabuhan. Kapal pesiar atau kapal barang yang sandar seringkali mendorong penumpang dan awak kapal untuk membeli oleh-oleh khas, yang menggerakkan UMKM kuliner lokal. Aktivitas di pelabuhan tidak hanya memengaruhi pekerja bongkar muat, tetapi juga menghidupkan ekosistem usaha kecil di sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....