Kisah Purwancoro Penjual Bakso Keliling di Langgur
- 31 Jan 2026 11:26 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur :Kisah penjual bakso keliling saat ditemui tim rri di jalan jenderal Sudirman Langgur Maluku Tenggara adalah seorang pria flamboyan Bernama Purwancoro yang mengaku sejak 5 tahun yang lalu menjadi pelaku usaha berbekal niat dan kesungguhan hati dirinya berani keluar merantau dari jawa timur ke kepulauan kei.
Menjadi penjual Bakso adalah pilihannya untuk mengais rejeki di pulau kei,sejak tiba bulan oktober tahun 2020 Purwancoro mengaku dibantu teman untuk tinggal bersama dan berani untuk membuka usaha sambil melihat jenis usaha apa yang cocok di mulai,dan pilihannya jatuh menjadi seorang penjual bakso.
“awalnya saya dibantu teman kesini dan diberikan tumpangan sambil melihat dan mencari peluang usaha apa yang pas disini”katanya.
Berbekal tekad dan modal seadanya dirinya mulai merintis usaha ini hingga bisa mencari tempat tinggal sendiri hingga memiliki gerobak tersendiri,hal ini pun dirasakan cukup susah untuk dapat meraih semuanya,dengan niat hati yang tulus untuk membantu perekonomian keluarganya dirinya bisa melewati tahap awal di pulau kei dengan usaha yang cukup keras.
Sejak saat itu Purwancoro mulai mencari tempat dan wilayah berjualan bakso dan hingga saat ini dirinya memilih berjualan di sepanjang jalan jenderal Sudirman yang merupakan jalan utama dari kota Langgur,sedikit demi sedikit membantu keluarganya dan menghidupkan anak dan istrinya.
Ayah 2 anak ini mengaku walaupun tinggal terpisah dengan keluarganya namun semangat untuk mengais rejeki disini selalu menjadi kekuatan tersendiri baginya untuk terus mengais rejeki disini,tentunya atas dukunganb dan doa dari anak serta istrinya mampu membuatnya bertahan hingga saat ini.
Omset yang didapatnya sehari terkadang tidak menentu namun diyakininya hal ini masih terus memacu semangatnya untuk menjadi penjual bakso keliling, dengan penjualan yang terkadang bagus hingga menurun tentu sudah menjadi sebuah konsekuensi baginya sebagai penjual bakso keliling.
“ya kadang-kadang laris namun kadang juga tidak tapi masih dalam batas kewajaran dan kami terus bersemangat untuk menjadi penjual bakso keliling”katanya.
Diyakininya sebuah niat dan semangat yang terus membuatnya tetap semangat untuk meraih rejeki dan menghidupkan keluarganya yang sangat bergantung kepadanya sehingga menjadi sebuah tanggung jawab yang harus dilaksanakan tanpa pantang menyerah dan pantang mundur